Arsip Bukan Lagi Urusan Kertas, Jabar Raih Dua Penghargaan Nasional dari ANRI

Penguatan arsip di Jawa Barat tidak berhenti pada urusan penyimpanan dokumen. Capaian terbaru di tingkat nasional justru menunjukkan bahwa pengelolaan arsip digital kini diperlakukan sebagai bagian penting dari tata kelola pemerintahan modern.

Dalam Anugerah Kearsipan yang digelar Arsip Nasional Republik Indonesia, Jawa Barat berhasil membawa pulang dua penghargaan utama sekaligus. Pemprov Jabar dinilai menonjol karena sistem kearsipan digitalnya dianggap kuat dan tertata di tingkat nasional.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menerima langsung penghargaan tersebut dari Kepala ANRI Mego Pinandito di Bandung. Ia menilai prestasi itu tidak boleh dibaca sekadar sebagai pencapaian administratif, melainkan sebagai penanda pentingnya arsip bagi arah peradaban.

Arsip dipandang sebagai penopang ingatan pembangunan

Menurut Erwan, pembangunan membutuhkan ingatan yang rapi agar arah kebijakan tidak mudah kabur. Dari sudut pandang itu, arsip memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar menyimpan dokumen lama.

Pandangan tersebut sejalan dengan cara Pemprov Jabar menempatkan kearsipan dalam sistem kerja pemerintahan. Arsip tidak lagi diperlakukan sebagai urusan belakang layar, tetapi sebagai bagian dari transparansi dan jejak kerja lembaga publik.

Dua penghargaan yang diraih Jawa Barat

Jawa Barat meraih Penghargaan Simpul Jaringan Terbaik Nasional 2026 pada Sistem Informasi Kearsipan Nasional dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional. Selain itu, provinsi ini juga mendapatkan Penghargaan Pengawasan Kearsipan Nasional dengan nilai kematangan 95,96.

Nilai tersebut menempatkan Jawa Barat dalam kategori AA atau sangat memuaskan. Pencapaian ini memperkuat posisi Pemprov Jabar sebagai salah satu daerah dengan tata kelola kearsipan digital yang paling kuat di Indonesia.

Kerja Dispusipda disebut berjalan sistematis

Erwan memberi apresiasi khusus kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Jawa Barat. Ia menyebut proses digitalisasi, perlindungan, dan penyelamatan dokumen negara di lingkungan perangkat daerah berjalan secara rigid dan sistematis.

Capaian itu juga menegaskan bahwa pengelolaan arsip di Jawa Barat sudah bergerak mengikuti kebutuhan pemerintahan modern. Fokusnya bukan hanya pada penyimpanan, tetapi juga pada ketertiban informasi dan kemudahan penelusuran dokumen.

Pesan untuk jangan cepat puas

Meski meraih hasil tertinggi secara nasional, Erwan meminta aparatur sipil negara di Jawa Barat tidak berhenti pada kebanggaan sesaat. Ia menekankan bahwa penghargaan harus menjadi dorongan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik dan transparansi kinerja.

Dengan begitu, prestasi kearsipan diposisikan sebagai alat ukur untuk menjaga konsistensi ke depan. Pemerintah provinsi ingin memastikan pengelolaan informasi dan dokumen negara tetap tertib, terukur, dan berlanjut.

Kabupaten dan kota ikut menguatkan capaian

Prestasi Jawa Barat juga ditopang oleh daerah tingkat dua yang ikut masuk jajaran penerima penghargaan. Kabupaten Purwakarta meraih Simpul Jaringan Teladan Nasional 2026 untuk klaster kabupaten/kota.

Kabupaten Bogor pun mencatat hasil kuat lewat Penghargaan Pengawasan Kearsipan Nasional 2026. Daerah itu memperoleh nilai 93,97 dan masuk kategori AA atau sangat memuaskan.

Rangkaian capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan arsip di Jawa Barat tidak hanya berlangsung di tingkat provinsi. Praktik kearsipan digital dan pengawasan yang tertib juga bergerak hingga ke daerah-daerah, sejalan dengan upaya menjaga rekam jejak pemerintahan secara lebih rapi.

Source: jabar.antaranews.com

Baca Juga

Back to top button