Pilihan emas di Pegadaian pada Jumat (1/5/2026) siang bergerak serempak naik, tetapi sorotan terbesar jatuh pada Antam. Produk itu mencatat harga Rp 2.911.000 per gram, menjadi level paling tinggi di antara tiga merek yang dipantau.
Kenaikan Antam juga paling besar secara harian. Harganya bertambah Rp 31.000 dari posisi sebelumnya Rp 2.880.000 per gram, sehingga jarak dengan Galeri 24 dan UBS makin terlihat di pasar emas ritel Pegadaian.
Antam memimpin di berbagai ukuran
Di ukuran 0,5 gram, Antam dipatok Rp 1.508.000. Untuk ukuran yang lebih besar, harga Antam berada di Rp 14.321.000 pada 5 gram dan Rp 28.585.000 pada 10 gram.
Pada pilihan 25 gram, Antam tercatat Rp 68.804.000. Sementara itu, di ukuran 100 gram, harga Antam mencapai Rp 285.077.000.
Galeri 24 dan UBS sama-sama ikut menguat
Galeri 24 juga bergerak naik pada perdagangan yang sama. Harga per gramnya berada di Rp 2.797.000 setelah naik Rp 11.000 dari sebelumnya Rp 2.786.000 per gram.
UBS mencatat kenaikan Rp 15.000 per gram dan dipatok di Rp 2.826.000. Meski masih di bawah Antam, kenaikan UBS lebih besar daripada Galeri 24 pada hari itu.
Untuk ukuran 0,5 gram, UBS berada di Rp 1.528.000 dan menjadi yang tertinggi di antara tiga merek. Pada 25 gram, UBS dipatok Rp 68.017.000, sementara Galeri 24 berada di Rp 71.331.000.
Ragam ukuran masih terbuka untuk investor ritel
Pegadaian menyediakan emas batangan dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Rentang ini memberi ruang bagi pembeli yang ingin masuk dengan nominal kecil maupun yang memilih transaksi lebih besar.
Di ukuran 2 gram, Galeri 24 berada di Rp 5.609.000, Antam Rp 5.526.000, dan UBS Rp 5.760.000. Pada 50 gram, Galeri 24 tercatat Rp 137.324.000, Antam Rp 135.928.000, dan UBS Rp 142.579.000.
Perbandingan di 10 gram juga memperlihatkan Antam masih unggul di Rp 28.585.000. UBS berada di Rp 27.576.000 dan Galeri 24 di Rp 27.355.000.
Pergerakan lokal ikut mengikuti pasar global
Kenaikan harga emas di Pegadaian sejalan dengan penguatan emas dunia. Reuters melaporkan harga emas global naik setelah dollar AS melemah dan harga energi turun.
Di pasar spot, emas naik 1,7 persen menjadi 4.618,67 dollar AS per ons. Emas berjangka Amerika Serikat juga menguat 1,5 persen ke 4.629,60 dollar AS per ons pada perdagangan Jumat.
David Meger dari High Ridge Futures menilai pelemahan dollar AS dan stabilitas harga energi menjadi pendorong utama emas. Ia juga menyebut pasar kini memantau langkah Federal Reserve terkait kebijakan suku bunga di tengah inflasi yang masih tinggi.
Di sisi lain, analis Citigroup menilai emas tetap berpeluang diminati sebagai aset aman dalam jangka menengah. Kondisi itu membuat pergerakan harga emas di Pegadaian tetap relevan dipantau, terutama saat tiga produk utama bergerak naik bersamaan.





