Akhiri Penjualan Mobil di Korea Selatan, Honda Tetap Jaga Layanan Untuk Pemilik Lama Hingga 2026

Keputusan Honda Motor Co., Ltd. untuk menghentikan penjualan mobil di Korea Selatan pada akhir 2026 menjadi penanda arah baru bagi bisnisnya di negara itu. Setelah fase tersebut berlaku, Honda Korea Co., Ltd. akan lebih memusatkan kegiatan pada penjualan sepeda motor dan layanan purnajual untuk menjaga operasional tetap berjalan.

Langkah ini muncul dari penyesuaian global yang dilakukan Honda di tengah perubahan pasar otomotif yang berlangsung cepat. Perusahaan menilai perlu mengunci sumber daya pada segmen yang dianggap lebih kuat dan lebih menjanjikan di Korea Selatan.

Di sisi konsumen, perubahan ini berarti pilihan mobil baru Honda akan berakhir setelah masa penghentian penjualan. Model seperti Accord dan CR-V yang selama ini dipasarkan di Korea Selatan tidak lagi akan dipasok dalam bentuk unit baru.

Meski begitu, keputusan tersebut tidak berarti hubungan Honda dengan pemilik mobil lama ikut berhenti. Perusahaan tetap menegaskan bahwa dukungan untuk pengguna yang sudah memiliki kendaraan akan terus tersedia.

Honda Korea menyampaikan bahwa layanan purnajual tetap berlanjut secara berkesinambungan. Cakupannya mencakup perawatan rutin, perbaikan kendaraan, penyediaan suku cadang asli, serta dukungan klaim garansi.

Kepastian layanan ini menjadi penting karena menyangkut kepercayaan pelanggan yang masih memakai mobil Honda. Dalam situasi seperti ini, penghentian penjualan mobil tidak otomatis menghapus akses konsumen lama terhadap perawatan yang mereka butuhkan.

Honda juga tampak berusaha menjaga reputasi merek di pasar Korea Selatan melalui layanan tersebut. Dengan tetap menjalankan purnajual, perusahaan memberi sinyal bahwa konsumen yang sudah membeli mobil Honda tidak ditinggalkan dalam proses transisi bisnis.

Dari sisi bisnis, fokus baru Honda Korea akan diarahkan ke penjualan sepeda motor. Segmen roda dua dinilai lebih sesuai dengan arah perusahaan di pasar Korea Selatan sekaligus menjadi basis pertumbuhan yang ingin diperkuat.

Sejumlah model disebut menjadi andalan di jalur ini, termasuk PCX125, Super Cub, Forza, dan CBR600RR. Kehadiran lini sepeda motor tersebut memberi Honda ruang untuk tetap aktif di Korea Selatan tanpa harus mempertahankan operasi mobil penumpang.

Jika ditarik ke belakang, penjualan mobil Honda di Korea Selatan sudah berlangsung sejak Mei 2004. Kehadiran Honda di negara itu bahkan dimulai lebih awal, yakni pada Oktober 2001, sebelum bisnis roda empatnya berkembang selama lebih dari dua dekade.

Menurut keterangan yang dikutip dari Otomotif pada Sabtu (25/4/2026), Honda melihat perubahan kondisi pasar global dan lokal sebagai alasan utama restrukturisasi. Penyesuaian ini dipandang perlu agar perusahaan tetap kompetitif dalam jangka menengah dan panjang.

Dengan demikian, pengakhiran penjualan mobil di Korea Selatan bukan sekadar pengurangan aktivitas bisnis. Honda memaknainya sebagai upaya menata ulang arah usaha agar lebih efisien dan lebih tepat dalam menempatkan sumber daya di pasar yang semakin menuntut ketepatan strategi.

Baca Juga

Back to top button