Pembagian air zamzam untuk jemaah haji asal Aceh kini tinggal menunggu keputusan teknis. Sebanyak 27.130 liter air zamzam sudah berada di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, sebagai bagian dari layanan yang disiapkan untuk 5.426 jemaah.
Ketersediaan pasokan itu sudah dipastikan lengkap setelah dua kali pengiriman. Seluruh air zamzam diangkut menggunakan pesawat haji Garuda Indonesia yang terbang tanpa penumpang pada 10 dan 12 Mei lalu.
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, menyampaikan bahwa kebutuhan zamzam bagi jemaah Aceh telah dipenuhi. Dengan begitu, para calon haji asal Aceh tidak perlu membawa pulang air zamzam secara mandiri dari Tanah Suci.
Garuda Indonesia menjadi pihak yang menyiapkan pengangkutan air tersebut, sementara penyalurannya akan dilakukan di Tanah Air. Setiap calon haji Aceh akan menerima jatah 5 liter air zamzam.
Saat ini, PPIH masih membahas mekanisme distribusi agar pembagian berlangsung tertib. Dua skema yang dipertimbangkan adalah penyaluran melalui pemerintah kabupaten dan kota atau pembagian langsung di Asrama Haji saat jemaah pulang.
Di sisi lain, data PPIH juga mencatat bahwa sebagian jemaah sudah berada di Arab Saudi. Ada delapan kelompok terbang, atau sekitar 3.138 jemaah calon haji Aceh, yang telah lebih dulu berangkat.
Jumlah itu merupakan bagian dari total 5.426 calon haji asal Aceh pada musim haji ini. Karena pasokan zamzam sudah menunggu di asrama, proses berikutnya hanya bergantung pada keputusan teknis dari pihak terkait agar seluruh jemaah menerima hak yang sama setelah kembali ke Aceh.
Source: www.beritasatu.com




