Keberhasilan pasar modal Malaysia kini tidak lagi hanya diukur dari kepatuhan perusahaan terhadap aturan. Lewat peluncuran MY Value Up, Securities Commission Malaysia (SC) dan Bursa Malaysia mendorong emiten besar untuk lebih aktif menciptakan nilai jangka panjang sekaligus memperkuat posisi mereka di mata investor.
Inisiatif ini lahir di tengah ambisi agar pasar modal Malaysia tumbuh lebih cepat daripada Produk Domestik Bruto. Pemerintah memproyeksikan nilai pasar modal naik dari RM4,3 triliun pada 2025 menjadi sekitar RM5,8 triliun hingga RM6,3 triliun pada 2030, sehingga tekanan untuk memperbaiki kualitas emiten ikut meningkat.
Fokus pada 88 perusahaan publik besar
MY Value Up menyasar 88 perusahaan publik yang mewakili sekitar 80 persen kapitalisasi pasar di Bursa Malaysia. Kelompok ini dipilih karena pengaruhnya besar terhadap arah pasar dan sentimen investor, sehingga perubahan dari dalam kelompok ini dinilai bisa memberi efek luas.
Masing-masing emiten yang masuk program ini memiliki kapitalisasi pasar minimal sekitar RM4,2 triliun. Dengan skala sebesar itu, otoritas pasar modal melihat pergeseran perilaku perusahaan besar sebagai langkah paling efektif untuk memperbaiki daya tarik pasar secara keseluruhan.
Ketua SC, Datuk Mohammad Faiz Azmi, menegaskan bahwa arah baru pasar modal tidak boleh berhenti pada pemenuhan aturan. Ia menyebut tujuan utama program ini adalah mendorong perubahan budaya, dari sekadar patuh menjadi budaya yang benar-benar berorientasi pada penciptaan nilai.
Tata kelola dan disiplin modal jadi sorotan
Di luar strategi pertumbuhan, MY Value Up juga menekankan pentingnya pengawasan dewan direksi dan akuntabilitas perusahaan. SC dan Bursa Malaysia ingin perusahaan publik menjaga disiplin modal agar ekspansi yang dilakukan tetap sehat dan berkelanjutan.
Pendekatan seperti ini dinilai penting karena kepercayaan pasar tidak hanya dibangun dari laporan kinerja, tetapi juga dari cara perusahaan mengambil keputusan. Ketika tata kelola lebih kuat, perusahaan diharapkan mampu membuat keputusan korporasi yang lebih terukur dalam jangka panjang.
Datuk Mohammad Faiz Azmi juga mendorong emiten utama agar tidak hanya membandingkan diri dengan standar domestik. Menurutnya, perusahaan perlu melihat posisi mereka terhadap perusahaan terbaik di kawasan dan di luar kawasan agar ambisi pertumbuhan tidak terlalu sempit.
Harga saham diharapkan lebih mencerminkan nilai nyata
Dari sisi bursa, MY Value Up diposisikan sebagai alat untuk memperbaiki proses pembentukan harga. CEO Bursa Malaysia, Datuk Fad’l Mohamed, mengatakan bahwa ketika strategi bisnis dan prospek perusahaan dijelaskan dengan lebih jelas, investor punya dasar yang lebih kuat untuk menilai nilai wajar sebuah emiten.
Ia menambahkan bahwa tujuan akhirnya adalah mendukung penemuan harga yang lebih efektif dan menciptakan pasar modal yang lebih hidup. Dalam pandangan Bursa Malaysia, pasar yang sehat seharusnya lebih menghargai nilai korporasi jangka panjang, bukan hanya pergerakan singkat di lantai bursa.
Kepercayaan pasar masih perlu diperbaiki
Meski ambisinya besar, peluncuran program ini tetap berhadapan dengan persoalan lama di pasar saham Malaysia. Laporan The Edge Malaysia menyoroti tata kelola perusahaan yang lemah serta penegakan hukum yang belum kredibel sebagai hambatan yang kerap menekan performa bursa.
Sejumlah kasus masa lalu, termasuk manipulasi pasar dan skandal korporasi besar seperti Serba Dinamik, masih membayangi persepsi investor. Karena itu, keberhasilan MY Value Up akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan kemampuan otoritas memperbaiki kepercayaan pasar.
Panduan baru dan dukungan untuk investor ritel
Sebagai bagian dari program, sebuah buku panduan yang menjabarkan ekspektasi di bawah MY Value Up akan dirilis pada paruh pertama tahun ini. Panduan tersebut disiapkan agar perusahaan publik memiliki arah yang lebih jelas dalam menjalankan agenda penciptaan nilai.
SC dan Bursa Malaysia juga menghubungkan inisiatif ini dengan peningkatan literasi keuangan serta aksesibilitas bagi investor ritel. Pemanfaatan kecerdasan buatan dan platform digital akan dipakai untuk memperluas jangkauan informasi pasar dan membantu investor memahami kualitas emiten dengan lebih baik.
Dengan kombinasi tata kelola yang lebih kuat, disiplin modal, dan komunikasi strategi yang lebih terbuka, MY Value Up diposisikan sebagai upaya untuk memperkuat daya saing pasar modal Malaysia. Program ini menempatkan nilai jangka panjang sebagai pusat perhatian sekaligus memberi sinyal bahwa pasar ingin memberi penghargaan lebih besar kepada emiten yang tumbuh sehat dan berkelanjutan.





