Pergerakan jemaah haji asal Jawa Tengah mulai memasuki tahap krusial ketika rombongan pertama dari Kabupaten Tegal tiba di Embarkasi Solo. Sebanyak 1.472 jemaah dari daerah itu menjadi kelompok pembuka yang menandai dimulainya rangkaian keberangkatan ke Tanah Suci.
Setelah masuk embarkasi, para jemaah dijadwalkan terbang ke Arab Saudi pada Rabu, 22 April, sesuai alur yang sudah disiapkan sebelumnya. Skema keberangkatan ini menjadi bagian dari pengaturan besar untuk memastikan proses haji berjalan tertib sejak dari daerah asal hingga naik pesawat.
Kabupaten Tegal Jadi Pembuka Gelombang Awal
Pada kloter pertama hingga kloter kelima yang masuk Embarkasi Solo, seluruh jemaah berasal dari Kabupaten Tegal. Jumlahnya mencapai 1.472 orang, sehingga daerah ini menjadi pembuka keberangkatan jemaah haji Jawa Tengah melalui jalur Solo.
Urutan masuk bertahap seperti ini membuat proses pemeriksaan dan penempatan jemaah lebih mudah dikendalikan. Setelah gelombang awal tersebut, rombongan dari daerah lain akan menyusul sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kesiapan di Daerah Sudah Dirampungkan
Sebelum keberangkatan dimulai, persiapan di daerah asal disebut sudah selesai dilakukan. Pantauan pada Senin, 20 April, menunjukkan ada 34.122 calon jemaah haji asal Jawa Tengah yang telah menjalani seluruh rangkaian persiapan di wilayah masing-masing.
Persiapan itu mencakup sarana, prasarana, dan pelaksanaan manasik haji yang sudah rampung. Tahapan tersebut dinilai penting agar jemaah memahami proses ibadah yang akan dijalani dan berangkat dengan alur yang lebih tertib.
Embarkasi Solo dan Yogyakarta Membagi Layanan
Ketua PPIH Embarkasi Solo sekaligus Kepala Kanwil Kemenhaj dan Umrah Jawa Tengah, Fitriyanto, menjelaskan bahwa total jemaah haji Jawa Tengah tahun ini mencapai 34.122 orang. Mereka akan diberangkatkan melalui 81 kloter lewat Embarkasi Solo dan 15 kloter lainnya melalui Embarkasi Yogyakarta.
Pembagian itu mengikuti wilayah asal jemaah. Embarkasi Solo melayani jemaah dari eks Karesidenan Pati, Semarang, Pekalongan, dan Surakarta, sedangkan Embarkasi Yogyakarta menangani jemaah dari enam daerah eks Karesidenan Kedu.
Petugas dan Pembimbing Ikut Disiapkan
Selain jemaah, kesiapan keberangkatan juga mencakup 191 petugas haji daerah dan 87 pembimbing haji. Kehadiran mereka disiapkan untuk membantu pelayanan sejak proses masuk embarkasi hingga jemaah melanjutkan perjalanan ibadah.
Peran petugas dan pembimbing menjadi penting dalam urusan administratif maupun teknis. Dukungan ini juga membantu jemaah yang membutuhkan arahan selama berada di asrama haji dan dalam tahapan keberangkatan berikutnya.
Arahan untuk Menjaga Tata Cara Ibadah
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengingatkan calon jemaah agar menjalankan ibadah sesuai bekal yang sudah diterima saat manasik. Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Halalbihalal Lintas Angkatan Alumni KBIHU Muhammadiyah di Grhadika Bhakti Praja, Kota Semarang, pada Minggu, 19 April.
Taj Yasin juga menyebut pelaksanaan haji tahun ini tidak terganggu oleh situasi perang di Timur Tengah. Ia merujuk pada keterangan Kementerian Haji dan Umrah yang memastikan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tetap berjalan.
Skema Keberangkatan Dinilai Memudahkan Arus Jemaah
Menurut Taj Yasin, pembagian embarkasi dilakukan berdasarkan kedekatan geografis dengan daerah asal jemaah. Skema itu dinilai membantu mengatur arus keberangkatan sekaligus mempermudah kepulangan jemaah haji asal Jawa Tengah.
Titik kumpul di daerah juga telah disiapkan, termasuk Islamic Center Semarang serta pendopo dan alun-alun di sejumlah wilayah. Dengan dukungan itu, arus jemaah dari daerah menuju embarkasi diharapkan berjalan lancar, tertib, dan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.
Source: mediaindonesia.com




