147 Anggota DPRD NasDem Jatim Ditempa Politik Anggaran, Bekal Kerja Legislatif Menuju 2029

Penguatan peran anggota DPRD menjadi perhatian utama Partai NasDem Jawa Timur melalui bimbingan teknis pendalaman tugas yang baru saja ditutup. Dari kegiatan itu, politik anggaran ditempatkan sebagai bekal penting agar kerja dewan di daerah lebih terarah pada kebutuhan masyarakat.

Sebanyak 147 anggota DPRD dari Fraksi Partai NasDem se-Jawa Timur mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Vasa Hotel Surabaya. Selama tiga hari, para peserta dibekali pemahaman yang lebih teknis mulai dari perencanaan anggaran, pembahasan APBD, pengawasan anggaran, sampai komunikasi publik terkait kebijakan anggaran.

Fokus pada kerja dewan yang lebih praktis

DPW Partai NasDem Jawa Timur menilai bimtek ini perlu diarahkan pada satu fungsi agar pembahasan tidak berhenti di tataran umum. Karena itu, politik anggaran dipilih sebagai tema utama supaya peserta bisa memahami siklus anggaran daerah secara lebih utuh dan langsung menerapkannya dalam tugas sehari-hari.

Perwakilan DPW Partai NasDem Jawa Timur, H. Aminurokhman, menyebut rangkaian kegiatan berjalan lancar dengan partisipasi aktif dari para peserta. Ia juga menjelaskan bahwa narasumber yang hadir berasal dari kalangan birokrat dan akademisi.

Menurut Aminurokhman, materi yang diberikan dibuat praktis agar mudah dipakai oleh anggota dewan dalam menjalankan fungsi legislasi di daerah. Pendekatan itu juga dimaksudkan agar para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap mengolahnya dalam pembahasan kebijakan anggaran.

Dorongan agar hasil bimtek tidak berhenti di ruang kelas

Penutupan bimtek dilakukan oleh Wasekjen DPP Partai NasDem Bidang Ideologi, Organisasi dan Kaderisasi, Dedy Ramanta. Dalam penutupannya, ia menekankan bahwa ilmu yang diperoleh selama pelatihan harus segera dibawa ke kerja legislatif di daerah.

Dedy berharap para peserta dapat memanfaatkan materi yang diterima untuk memperkuat tiga fungsi utama dewan, yaitu legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia menilai pelatihan seperti ini penting untuk meningkatkan profesionalisme anggota DPRD dalam menjalankan tugas politiknya.

Sebelumnya, bimtek juga dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Hermawi Taslim. Ia menilai penguatan kapasitas anggota dewan menjadi kunci agar kebijakan anggaran bisa dikawal tepat sasaran dan berpihak pada masyarakat.

Pengawalan anggaran dianggap semakin penting

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur, Lita Machfud Arifin, menegaskan bahwa pemusatan tema pada satu fungsi dipilih agar pembahasan lebih mendalam dan aplikatif. Dengan begitu, proses pendalaman menjadi lebih teknis dan bisa langsung dipakai dalam kerja legislasi di daerah.

Di sisi lain, Ketua DPD Partai NasDem Kota Malang, Suyadi, memandang bimtek ini penting untuk memperkuat kapasitas kader di legislatif. Ia menekankan bahwa pengawalan anggaran harus dilakukan dengan lebih peka terhadap kebutuhan warga.

Suyadi juga berharap pemahaman yang diperoleh tidak berhenti pada tataran teori. Ia menilai peserta perlu benar-benar mempraktikkan bekal tersebut dalam fungsi pengawasan dan penganggaran di daerah masing-masing.

Bagian dari strategi politik yang lebih luas

Bagi NasDem Jawa Timur, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum peningkatan kemampuan teknis anggota dewan. Bimtek tersebut juga dipandang sebagai bagian dari strategi politik menjelang Pemilu 2029 untuk memperkuat perolehan kursi di DPRD kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI.

Dengan materi yang menekankan perencanaan, pembahasan APBD, pengawasan, dan komunikasi publik, partai berharap anggota legislatifnya memiliki bekal yang lebih kuat saat berhadapan dengan proses penyusunan kebijakan anggaran. Pada akhirnya, fokus itu diarahkan agar kerja-kerja dewan tetap terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat dan menghasilkan keputusan yang lebih tepat sasaran.

Source: javasatu.com

Baca Juga

Back to top button