Yang paling mencuri perhatian dari Xiaomi YU7 GT bukan hanya tenaga nyaris seribu hp, tetapi juga klaim jarak tempuh yang masih sangat panjang. Di tengah banyak mobil performa tinggi yang biasanya harus mengorbankan daya jelajah, crossover ini justru datang dengan paket 705 km dan kesiapan debut yang makin dekat.
Wujud awalnya sudah mulai terlihat di fasilitas produksi menjelang peluncuran resmi pada akhir Mei 2026. Carnewschina melaporkan pada Senin (4/5) bahwa unit yang muncul di pabrik memakai warna eksterior merah marun dan diperkirakan akan ditampilkan di diler Xiaomi Auto di seluruh Tiongkok.
Xiaomi menempatkan YU7 GT di jalur yang berbeda dari SU7 Ultra. Jika label “Ultra” dipakai untuk kendaraan performa puncak yang fokus ke lintasan, maka “GT” diarahkan untuk perjalanan jarak jauh dengan keseimbangan performa, kemewahan, dan kenyamanan.
Pendekatan itu membuat YU7 GT dibaca sebagai grand tourer listrik, bukan sekadar crossover kencang. Xiaomi sendiri menggambarkannya sebagai “SUV setara mobil sport untuk perjalanan”, sehingga orientasinya jelas tidak hanya mengejar catatan sirkuit.
Tenaga besar dalam format dual motor
Di balik tampilan dan posisinya, YU7 GT membawa konfigurasi dual motor. Motor depan menghasilkan 288 kW atau 386 hp, sedangkan motor belakang menyumbang 450 kW atau 604 hp.
Jika digabung, total tenaganya mencapai 738 kW atau sekitar 990 hp. Dengan angka itu, YU7 GT masuk jajaran crossover listrik paling buas yang disiapkan Xiaomi.
Kecepatan maksimumnya diklaim menyentuh 300 km/jam. Namun, angka akselerasi 0–100 km/jam belum diumumkan secara resmi.
Jarak tempuh tetap jadi senjata utama
Selain performa, sisi yang membuat YU7 GT menonjol adalah baterainya. Model ini memakai paket 101,7 kWh dengan jarak tempuh hingga 705 km berdasarkan standar CLTC.
Bekal itu bahkan lebih jauh dibanding SU7 Ultra yang menggunakan baterai 93,7 kWh dengan jarak tempuh 620 km. Artinya, Xiaomi tidak hanya mengejar tenaga besar, tetapi juga daya jelajah yang lebih meyakinkan untuk perjalanan panjang.
Tampilan dibuat agresif
Dari sisi desain, YU7 GT memakai bahasa visual yang sangat sporty. Mobil ini dibekali splitter depan yang menonjol, diffuser belakang, pelek 21 inci, dan 10 saluran udara.
Setelan tersebut memberi kesan agresif sekaligus mempertegas karakter touring listrik yang ingin dibawa Xiaomi. Karena itu, YU7 GT tidak tampil seperti crossover biasa, melainkan seperti kendaraan performa yang tetap siap dipakai jauh.
Perangkat performa kelas tinggi
Xiaomi juga menambahkan suspensi udara, torque vectoring pada gardan belakang, dan rem karbon-keramik Brembo. Kombinasi ini lazim ditemukan pada mobil berperforma tinggi, termasuk supercar.
Kelengkapan teknis itu menunjukkan bahwa YU7 GT diposisikan dengan serius di atas crossover listrik umum. Menjelang akhir Mei 2026, perhatian kini tertuju pada bagaimana model ini bergerak dari lini produksi menuju panggung peluncuran.





