Xiaomi tampaknya ingin menunjukkan bahwa strategi produknya kini tidak lagi bertumpu pada satu kategori saja. Dalam satu gelombang peluncuran, perusahaan itu menyiapkan mobil listrik bertenaga ekstrem, ponsel flagship berfokus kamera, hingga perangkat audio dan wearable yang makin terhubung ke ekosistem lain.
Arah itu terlihat dari pilihan produk yang dibawa sekaligus. Di satu sisi ada YU7 GT yang menonjol karena tenaga 1003 horsepower, sementara di sisi lain hadir Xiaomi 17 Max dengan kamera utama 200 megapiksel hasil kerja sama dengan Leica.
Mobil listrik yang menargetkan performa tinggi
YU7 GT menjadi nama yang paling mencuri perhatian di lini otomotif Xiaomi. Mobil listrik ini mengusung konsep “purebred GT car” yang dirancang untuk memberi kenyamanan perjalanan jauh sekaligus karakter performa tinggi.
Angka yang dibawa juga tidak main-main. YU7 GT disebut mampu melesat hingga 300 km/jam dan menempuh jarak 705 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar CLTC.
Dengan tenaga hingga 1003 horsepower, Xiaomi jelas menempatkan model ini pada segmen penggemar performa ekstrem. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa ambisi perusahaan di otomotif tidak berhenti pada tampilan futuristis saja.
Flagship baru dengan kamera 200 megapiksel
Di pasar ponsel, Xiaomi 17 Max hadir sebagai perangkat premium dengan layar 6,9 inci. Panel datar, bezel super tipis, dan rangka four-curved wraparound membuat tampilannya diarahkan ke kelas flagship.
Fokus utamanya ada pada kamera utama 200 megapiksel yang dikembangkan bersama Leica. Untuk mendukung layar besar dan kamera beresolusi tinggi itu, Xiaomi menyematkan baterai 8000mAh.
Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa perangkat ini diposisikan untuk pengalaman premium yang kuat di sisi visual dan fotografi. Xiaomi 17 Max tidak hanya menonjol lewat ukuran layar, tetapi juga lewat kapasitas daya yang besar.
Audio dan wearable ikut diperkuat
Selain dua produk utama itu, Xiaomi juga menyiapkan clip-on earbuds pertamanya dengan desain open-ear. Bobotnya hanya 5,5 gram dan perangkat ini memakai kawat titanium memori, driver 11mm, serta diafragma logam mikrokristalin.
Dukungan LHDC 5.0 dan sertifikasi Hi-Res Gold juga ikut disematkan pada earbuds tersebut. Kehadiran perangkat ini memperlihatkan bahwa lini audio tetap menjadi bagian penting dari strategi produk Xiaomi.
Di kategori wearable, Smart Band 10 Pro tampil dengan bodi ramping setebal 9,7mm dan rangka paduan aluminium ringan. Perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga 21 hari dan membawa pelacakan kesehatan tingkat lanjut.
Lebih terbuka ke pengguna iPhone
Bagian menarik dari Smart Band 10 Pro ada pada integrasinya dengan ekosistem Apple. Pengguna iPhone dapat menerima sinkronisasi notifikasi panggilan dan pesan teks secara real-time di perangkat ini.
Langkah tersebut memperlihatkan upaya Xiaomi untuk menjangkau pengguna di luar basis tradisionalnya. Dengan cara itu, band kebugaran ini dibuat relevan untuk pengguna lintas platform, bukan hanya pemilik ponsel Xiaomi.
Pilihan warnanya juga cukup beragam, mulai dari hitam, perak, dan merah muda, hingga varian keramik yang lebih eksklusif. Ragam opsi ini memberi ruang besar pada desain dan personalisasi.
Jika dilihat sebagai satu paket peluncuran, Xiaomi sedang membangun citra yang lebih luas dari sekadar produsen ponsel. Perusahaan itu menonjol di mobil listrik, perangkat premium, audio, dan wearable dalam waktu yang sama, dengan benang merah pada performa, baterai besar, dan konektivitas yang makin rapat.





