Bagi NASA dan Lockheed Martin, X-59 Quiet SuperSonic Technology atau QueSST kini bukan lagi sekadar konsep di atas kertas. Jet eksperimental itu sudah mulai memperlihatkan bahwa manuver ekstrem bisa dilakukan sambil tetap menjaga kendali di udara, sesuatu yang menjadi inti dari ambisi mereka untuk penerbangan supersonik yang lebih tenang.
Dalam video terbaru, pesawat itu tampak melintas di atas Gurun Mojave, California, dengan rangkaian gerakan yang sangat agresif. Manuver tajam, naik-turun yang curam, dan putaran sumbu yang rapat menjadi tanda bahwa pengujian sudah bergerak ke tahap yang lebih serius.
Penerbangan terbaru pada 14 April memberi gambaran paling jelas sejauh ini tentang batas kemampuan X-59. Pesawat itu dibuat terbang dalam pola yang memang dirancang untuk menguji ketepatan kendali saat menghadapi perubahan arah cepat dan gerakan yang tidak biasa.
Meski tampil sangat agresif, X-59 belum masuk ke kecepatan supersonik penuh. Pada penerbangan tersebut, kecepatannya tercatat sekitar Mach 0,95 atau sekitar 730 mil per jam.
Menuju titik uji yang lebih tinggi
Lockheed menyebut pengujian akan terus berlanjut di titik performa tinggi dan cepat, lalu di titik yang lebih rendah dan lambat. Setelah itu, tim gabungan Lockheed Martin dan NASA akan bergerak ke arah kecepatan supersonik dan target desain pesawat.
Sasaran utamanya berada di ketinggian sekitar 55.000 kaki dengan kecepatan Mach 1,4. Pada tahap itu, X-59 diharapkan menghasilkan “quiet supersonic thump” pertama, yaitu dentuman supersonik yang jauh lebih pelan dibanding sonic boom tradisional.
Jika seluruh rangkaian berjalan sesuai rencana, pesawat ini pada akhirnya ditargetkan mencapai sekitar Mach 1,5 atau sekitar 990 mil per jam. Saat jelajah di 55.000 kaki, kecepatannya diproyeksikan berada di Mach 1,42 atau sekitar 940 mil per jam.
Mengapa proyek ini jadi perhatian
Daya tarik X-59 tidak hanya terletak pada kemampuannya melaju cepat. Pesawat ini dirancang untuk terbang sangat tinggi dan sangat cepat tanpa meninggalkan sonic boom keras di belakangnya.
NASA dan Lockheed juga menekankan bahwa karakter suara pesawat ini dibuat sangat spesifik. Dentuman supersonik yang ditargetkan memiliki perceived loudness atau PLdB setara suara pintu mobil yang dibanting, sekitar 16 kali lebih senyap dibanding sonic boom Concorde.
Itulah yang membuat X-59 dipandang penting dalam upaya membuka jalan bagi penerbangan komersial supersonik yang lebih bisa diterima publik. Jika target kebisingan itu benar-benar tercapai, konsep perjalanan supercepat bisa kembali mendapat ruang setelah lama terkendala oleh suara dentuman yang keras.
Lebih dari sekadar demonstrasi udara
Program X-59 sudah berjalan lebih dari satu dekade, dan setiap uji terbang baru memberi sinyal bahwa tahap paling penting semakin dekat. Bagi NASA, capaian manuver ini menjadi bukti bahwa pesawat tengah dipersiapkan untuk melampaui batas yang dibutuhkan sebelum benar-benar masuk ke wilayah supersonik.
Dorongan utamanya memang mengarah ke masa depan penerbangan sipil yang lebih cepat. Namun, Lockheed dan NASA juga menyebut teknologi seperti ini punya kepentingan militer, meski rincian rencana tersebut belum diungkapkan dan belum tampak akan dibicarakan dalam waktu dekat.
Untuk saat ini, fokusnya tetap pada pengujian bertahap. Setiap penerbangan X-59 menjadi bagian penting dari proses menuju fase yang paling dinanti, yaitu menembus supersonik sambil menjaga dentuman tetap pelan.





