Keluhan soal Windows 11 tampaknya tidak lagi dipandang sebagai gangguan kecil oleh Microsoft. Perusahaan kini menyiapkan langkah korektif yang lebih terarah melalui inisiatif internal bernama Windows K2, dengan fokus utama pada hal-hal yang paling sering dikeluhkan pengguna: performa, kestabilan, dan tampilan antarmuka.
Pendekatan ini menandai perubahan prioritas yang cukup jelas. Di saat banyak kritik menilai Windows 11 terlalu sibuk mengejar fitur baru, terutama yang berkaitan dengan AI dan tambahan lain, Microsoft justru mengarahkan energi ke fondasi yang selama ini dianggap tertinggal.
Perbaikan Fondasi, Bukan Sekadar Tambahan Fitur
Windows K2 bukan versi Windows baru dan juga bukan paket pembaruan tunggal. Inisiatif ini dipahami sebagai program berkelanjutan untuk menjaga kualitas Windows tetap tinggi, baik pada versi yang sedang dipakai maupun pada pembaruan berikutnya.
Strategi tersebut disebut mulai disusun pada paruh kedua tahun lalu. Arah besarnya adalah membuat Windows 11 kembali terasa pantas dibanggakan pengguna, dengan peningkatan yang tidak berhenti pada satu gelombang perbaikan saja.
Pavan Davuluri, presiden Windows, sempat mengakui pada Maret bahwa ada “pain points” serius yang perlu ditangani. Pengakuan itu memperkuat kesan bahwa Microsoft memang sedang menggeser fokus dari penambahan fitur ke pembenahan pengalaman dasar.
Tiga Pilar yang Jadi Sasaran
Microsoft menempatkan tiga elemen sebagai inti Windows K2, yaitu performance, craft, dan reliability. Tiga hal ini dianggap sebagai fondasi pengalaman Windows, karena kelemahan pada salah satunya bisa langsung memengaruhi penilaian terhadap keseluruhan sistem.
Untuk menyusun pembenahan tersebut, Microsoft tidak hanya mengandalkan keluhan yang muncul di ruang publik. Perusahaan juga memakai masukan pengguna, data telemetry, Windows Insider, serta diskusi kelompok fokus dengan pelanggan sebagai bahan evaluasi.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa prioritas pembenahan disusun dari berbagai lapisan data penggunaan. Dengan begitu, Microsoft bisa membaca masalah tak hanya dari komentar umum, tetapi juga dari pola teknis yang lebih rinci.
Area yang Paling Banyak Disorot Pengguna
Dokumentasi internal yang dilihat Windows Central menyebut Microsoft mengakui adanya penurunan performa pada beberapa bagian penting. File Explorer termasuk di dalamnya, bersama game dan elemen antarmuka seperti context menu.
Dalam sejumlah benchmark, Windows 10 bahkan disebut masih kerap terasa lebih cepat daripada Windows 11. Kondisi inilah yang ingin dibalik Microsoft melalui perubahan fondasional yang sedang disiapkan.
Sektor permainan juga ikut masuk radar. SteamOS disebut menjadi tolok ukur, dan Microsoft menargetkan performa gaming Windows bisa setara pada perangkat keras yang sama. Target itu menunjukkan bahwa Microsoft tidak hanya memperbaiki tampilan, tetapi juga mencoba mengejar pengalaman penggunaan yang lebih ringan dan konsisten.
File Explorer dan Windows Update Masuk Daftar Prioritas
Salah satu fokus penting adalah File Explorer. Microsoft ingin mempercepat navigasi file, pemrosesan, dan pencarian di dalam aplikasi itu, termasuk kemampuan “instant filename search” yang disebut sebagai bagian dari pembaruan.
Windows Update juga mendapat perhatian besar. Microsoft menargetkan sistem pembaruan yang cukup andal sehingga restart hanya perlu dilakukan sekitar sebulan sekali, sambil membuat proses instalasi lebih mulus.
Ada juga rencana untuk menunda pembaruan driver display dan audio hingga restart, bukan ketika perangkat sedang digunakan. Langkah ini diarahkan agar gangguan terhadap aktivitas harian pengguna bisa ditekan.
Di sisi lain, Microsoft juga ingin memangkas beban Windows 11. Fokusnya adalah mengurangi penggunaan memori saat idle dan menurunkan jejak sistem agar terasa lebih ringan di perangkat kelas bawah, tanpa mengorbankan kelancaran di perangkat kelas atas dan handheld gaming.
Antarmuka Ikut Dipoles dari Taskbar sampai Start menu
Bagian craft menyentuh kualitas visual sekaligus interaksi. Salah satu permintaan lama pengguna, yaitu kemampuan memindahkan dan mengubah ukuran Taskbar, sudah dipastikan akan kembali.
Microsoft juga memperkuat penggunaan WinUI 3 sebagai fondasi antarmuka internal. Dengan System Compositor baru untuk WinUI 3, Windows diarahkan agar elemen seperti Start menu dan Taskbar tetap responsif meski sistem sedang terbebani berat.
Start menu bahkan sedang dibangun ulang dari nol memakai WinUI 3. Versi baru ini diklaim bisa hingga 60% lebih cepat dan lebih responsif, sekaligus memberi ruang kustomisasi seperti mengubah ukuran dan menyembunyikan bagian tertentu.
Langkah untuk Mengurangi Keluhan Lama Pengguna
Windows K2 juga diarahkan untuk merespons keluhan yang selama ini sering dikaitkan dengan pengalaman Windows yang makin berat. Microsoft disebut akan menghapus iklan dari Start menu, yang menjadi langkah penting dari sisi pengalaman pengguna.
Pada Widgets Board, konten MSN tidak lagi akan tampil sebagai default. Fokus dipindahkan ke Widgets Panel, sementara MSN ditempatkan sebagai fungsi sekunder dan bukan lagi pusat pengalaman.
Walau belum ada tanggal selesai yang pasti, arah perubahan Windows K2 sudah terlihat lebih jelas. Sejumlah pembaruan dari inisiatif ini sudah mulai dirilis, dan lebih banyak lagi dijadwalkan muncul dalam pratinjau dalam beberapa bulan mendatang.




