Warna 1946 Menghidupkan Edisi 80 Tahun Vespa, GTS 250 HPE Dibanderol Rp102 Juta

Bagi penggemar skuter premium, kehadiran Vespa edisi 80 tahun di Indonesia langsung memusatkan perhatian pada satu nama: GTS 250 HPE. Model ini dipasarkan dengan harga Rp102 juta dan membawa pendekatan desain yang sangat kuat pada sisi historis, terutama lewat warna yang merujuk ke warisan 1946.

PT Piaggio Indonesia menghadirkan tiga model sekaligus dalam edisi peringatan itu, yaitu Sprint, Primavera, dan GTS. Di antara ketiganya, GTS 250 HPE edisi 80 tahun menjadi sorotan terbesar karena posisinya yang paling tinggi sekaligus membawa identitas khusus yang paling mudah dikenali.

Warna 1946 jadi pembeda utama

Daya tarik terbesar dari lini ini ada pada warna klasik yang dipilih untuk menghidupkan kembali nuansa awal Vespa. Warna Verde Pastello atau hijau pastel menjadi elemen paling menonjol dan langsung mengingatkan pada Vespa 98, model produksi massal pertama merek tersebut pada 1946.

Lapisan bodinya dibuat glossy, sehingga kesan retro tetap terasa tanpa terlihat kehilangan sisi premium. Aksen warna senada juga muncul pada spion, panel di dekat stang, dan lis samping, sementara bagian bodi di bawah stang, grip, karet pijakan kaki, hingga jok ikut diselaraskan dengan tema tersebut.

Detail anniversary hadir di banyak bagian

Perbedaan paling jelas dari model reguler terlihat pada sentuhan identitas khusus edisi ulang tahun. Di bodi depan, Vespa menempatkan emblem autentifikasi Vespa 80 berwarna silver, sementara tutup bagasi depan di atas dek juga diberi emblem 80 Tahun Vespa.

Bagian suspensi depan tidak dibiarkan netral begitu saja. Tutup arm suspensinya dibuat sewarna bodi agar tampilan keseluruhan tetap menyatu dengan tema perayaan.

Velg juga mendapat sentuhan khusus yang merujuk pada Vespa 98. Bagian sekeliling velg dibuat dengan aksen polis, sedangkan bagian tengahnya dibuat sewarna bodi dan diberi tulisan “Establish 1946”.

Harga dan model yang masuk pasar Indonesia

Untuk pasar Indonesia, Vespa membawa Sprint, Primavera, dan GTS dalam edisi 80 tahun ini. Sprint dipasarkan seharga Rp66 juta, sedangkan GTS 250 HPE edisi 80 tahun berada di level Rp102 juta.

Pada GTS, perubahan yang paling mudah dicatat adalah penggunaan mesin 250 cc, bukan lagi 300 cc. Selain mesin, perbedaan dengan GTS 300 juga disebut terlihat pada area speedometer.

Fitur tetap mengikuti Vespa yang sudah dijual di Indonesia

Di balik tampilan perayaannya, lini ini tetap membawa fitur yang sudah familiar di pasar Indonesia. Spidometer sudah memakai layar indikator digital, dan sistem pengoperasiannya mengusung keyless.

Pembelian juga disertai skema khusus di lokasi tertentu. Untuk pembelian di Pondok Indah Mall 2, Jakarta, konsumen disebut akan mendapatkan helm, sedangkan pembelian di luar PIM hanya mendapatkan unit motor.

Lebih dulu tampil di kawasan Asia Pasifik

Sebelum masuk ke Indonesia, ketiga model ini lebih dulu diperkenalkan dalam perayaan ulang tahun Vespa di Ho Chi Minh City, Vietnam. Agenda itu menjadi bagian dari 80th Vespa untuk kawasan Asia Pacific.

Dalam penjelasan Dimas dari akun @dimaspopo_, model yang tampil di Vietnam juga disebut membawa mesin 180 cc sebagai mesin paling baru untuk salah satu basis model yang diperlihatkan. Tenaganya diklaim naik 24 persen dan torsinya meningkat 9 persen.

Meski begitu, pasar Indonesia tampak lebih menyoroti sisi desain dan nilai historis dari edisi 80 tahun ini. Kombinasi warna warisan 1946, emblem khusus, sentuhan velg, serta basis model yang sudah dikenal membuat Sprint, Primavera, dan terutama GTS 250 HPE edisi 80 tahun menjadi perhatian utama.

Exit mobile version