Warga Gorontalo Kaget Saat Sarapan, Getaran Gempa Dari Teluk Tomini Terasa Seperti Dilempar

Guncangan di Teluk Tomini membuat banyak warga Gorontalo langsung merespons dengan panik pada Jumat pagi. Saat sebagian orang masih bersiap untuk sarapan, getaran terasa cukup kuat hingga ada warga yang bergegas keluar rumah.

Pengakuan warga menggambarkan betapa mendadaknya kejadian itu. Indra, warga Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, menyebut guncangan tersebut terasa “seperti dilempar” meski berlangsung singkat.

Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya Bidang, menjelaskan bahwa gempa tektonik itu tercatat memiliki magnitudo mutakhir M5,4. Gempa terjadi pada pukul 07.28 Wita, Jumat (7/6/2026), dan sumbernya berada di laut.

Episentrum gempa terpantau di Teluk Tomini pada koordinat 0,15 derajat lintang selatan dan 123,13 derajat bujur timur. Lokasinya berada sekitar 72 kilometer arah timur laut Pulau Puah, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 99 kilometer.

Kondisi tersebut membuat gempa masuk kategori gempa menengah. Andri menjelaskan, sumber gempa dipicu deformasi batuan di dalam slab Lempeng Laut Sulawesi.

Hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust fault. Dengan karakter sumber seperti itu, guncangan terasa di beberapa wilayah dengan tingkat yang berbeda-beda.

Di Luwuk dan Bone Bolango, getaran tercatat pada skala III-IV MMI. Sementara itu, Gorontalo merasakan skala III MMI, sedangkan Pohuwatu, Boalemo, dan Gorontalo Utara merasakan skala II-III MMI.

Getaran juga dirasakan di Taliabu, meski hanya pada skala II MMI. Di luar rumah, kabel listrik dan pepohonan tampak bergoyang ketika gempa berlangsung.

Meski sempat menimbulkan kepanikan, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 07.50 Wita, pemantauan BMKG juga belum menunjukkan adanya gempa susulan.

Andri mengimbau warga tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG. Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan kabar yang beredar memiliki sumber yang terverifikasi agar warga tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas asalnya.

Source: regional.kompas.com

Baca Juga

Back to top button