Babak pertama laga grup A Piala AFF U-17 antara Indonesia U-17 dan Vietnam U-17 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, berlangsung ketat dan lebih banyak menguji kesabaran Garuda Muda. Hingga turun minum, skor 0-0 tetap bertahan meski Vietnam tampil lebih berani dan konsisten dalam menekan sejak menit awal.
Situasi itu membuat Indonesia lebih sering berada dalam posisi bertahan dan kesulitan membangun serangan yang benar-benar mengarah ke gawang lawan. Aliran bola ke area depan kerap terputus, sehingga tuan rumah belum mampu menciptakan ancaman yang cukup berarti pada 45 menit pertama.
Vietnam langsung memberi tekanan
Vietnam tidak menunggu lama untuk menunjukkan intensitas permainan mereka. Pada menit ke-4, mereka mencoba melepaskan tembakan dari jarak jauh, tetapi bola masih melenceng dari sasaran.
Ancaman berikutnya datang dua menit setelah itu saat percobaan lain mereka berhasil diamankan oleh kiper Abdillah Ishak. Rangkaian peluang awal ini menegaskan bahwa Vietnam datang dengan pendekatan agresif dan berusaha mencari celah di sekitar kotak penalti Indonesia.
Indonesia kesulitan menemukan ritme
Di sisi lain, Indonesia belum mampu mengalirkan bola dengan rapi dari lini tengah ke lini depan. Setiap upaya membangun serangan kerap berhenti di tengah jalan, sehingga Garuda Muda jarang mendapat kesempatan untuk menekan pertahanan Vietnam secara berkelanjutan.
Kondisi tersebut membuat Indonesia lebih sering merespons tekanan ketimbang mengendalikan jalannya pertandingan. Dalam situasi seperti itu, serangan tuan rumah belum menghasilkan tembakan tepat sasaran yang benar-benar menguji lini belakang lawan.
Peluang terbaik baru muncul lewat serangan balik
Kesempatan paling menjanjikan untuk Indonesia lahir pada menit ke-22 melalui skema serangan balik. Mochamad Mierza menerima bola dalam posisi cukup baik, tetapi sentuhan pertamanya terlalu jauh sehingga momentum serangan itu hilang sebelum bisa berkembang menjadi ancaman nyata.
Momen tersebut menjadi salah satu sedikit kesempatan Indonesia masuk ke area berbahaya. Namun, kurangnya ketenangan pada sentuhan akhir membuat peluang itu gagal berubah menjadi situasi yang lebih menguntungkan.
Menjelang jeda, tekanan mulai naik
Memasuki 10 menit terakhir babak pertama, Indonesia terlihat lebih berani keluar menyerang. Meski begitu, Vietnam tetap menjaga organisasi permainan mereka dengan baik sehingga tuan rumah masih sulit menemukan ruang bersih di sepertiga akhir lapangan.
Pada menit ke-36, Chico Jericho mengirimkan umpan silang ke kotak penalti. Bola terlalu dalam dan akhirnya bisa diamankan kiper Vietnam tanpa menimbulkan ancaman lanjutan.
Dua menit sebelum turun minum, Chico kembali mencoba masuk ke area penalti. Usahanya belum membuahkan hasil karena pemain Vietnam lebih cepat merebut bola sebelum situasi berkembang lebih jauh.
Komposisi pemain Indonesia
Indonesia menurunkan Abdillah Ishak di bawah mistar. Lini belakang diisi Putu Ekayana, Pandu Aryo, Peres Akwila Tjoe, dan Farik Rizqi, sementara sektor tengah ditempati Farrel Luckyta, Girly Andrade, Fardan Farras, dan Dava Yunna.
Untuk lini depan, Chico Jericho dan Mochamad Mierza menjadi tumpuan utama dalam mencari celah di pertahanan Vietnam. Komposisi ini menunjukkan upaya Indonesia menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang sepanjang babak pertama.
Skor imbang tanpa gol memang menjaga peluang kedua tim tetap terbuka, tetapi Indonesia masih perlu memperbaiki kualitas umpan dan efektivitas serangan jika ingin mengubah jalannya laga. Vietnam sudah memperlihatkan bahwa mereka mampu memberi tekanan sejak awal, sehingga babak kedua diperkirakan menuntut respons yang lebih tajam dari Garuda Muda.
Source: www.beritasatu.com