UMKM, KUR, dan Program Pemerintah Dorong Kredit Bank Mandiri Tembus Rp 1.530 Triliun

Ekspansi kredit Bank Mandiri pada kuartal I 2026 tidak hanya tercermin dari besarnya angka penyaluran, tetapi juga dari arah pembiayaannya yang makin dekat dengan aktivitas ekonomi riil. Bank pelat merah ini mencatat kredit bank only tumbuh 17,4 persen secara tahunan dan mencapai Rp 1.530 triliun, didorong oleh sektor produktif serta program prioritas pemerintah yang ikut bergerak di dalamnya.

Pertumbuhan tersebut membuat laju Bank Mandiri berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Perseroan menyebut kenaikannya hampir dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan industri, sehingga posisi Bank Mandiri sebagai salah satu penopang pembiayaan ekonomi tetap terlihat kuat.

Fokus ke sektor yang paling dekat dengan masyarakat

Di tengah kondisi industri yang masih berhati-hati pada sejumlah segmen, Bank Mandiri justru menjaga pertumbuhan di pembiayaan usaha kecil dan sektor produktif. Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan bahwa ekspansi kredit tidak semata mengejar pertumbuhan bisnis, melainkan diarahkan untuk mendukung sektor padat karya yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu sorotan utama ada pada kredit UMKM yang tumbuh 5,27 persen secara tahunan. Angka ini menjadi penting karena pada saat yang sama industri perbankan di segmen serupa masih mengalami kontraksi, sementara UMKM tetap berperan besar dalam menjaga perputaran ekonomi lokal dan lapangan kerja.

Kondisi itu menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan dari pelaku usaha kecil masih aktif dan mendapat dukungan dari bank besar. Dalam konteks tersebut, Bank Mandiri terlihat berusaha mempertahankan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan fungsi intermediasi yang lebih luas bagi ekonomi.

Program pemerintah ikut mengalir melalui pembiayaan

Selain menyasar UMKM, Bank Mandiri juga memperluas penyaluran dana ke berbagai agenda strategis pemerintah. Salah satu yang menonjol adalah Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang telah mencapai Rp 11 triliun kepada 87 ribu pelaku usaha.

Di sisi perumahan, perseroan telah membiayai lebih dari 2.300 unit rumah sepanjang 2026. Penyaluran ini sejalan dengan program tiga juta rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dan membutuhkan dukungan pembiayaan dari sektor perbankan agar lebih cepat tersalurkan.

Riduan juga menyampaikan bahwa Bank Mandiri ikut mendorong penguatan Koperasi Desa Merah Putih. Perseroan menargetkan kontribusi terhadap pengembangan sekitar 80.000 koperasi desa dan kota merah putih melalui pembiayaan yang relevan.

Pada saat yang sama, layanan perbankan Bank Mandiri juga terhubung dengan kebutuhan operasional lapangan. Sebanyak 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG telah terkoneksi dengan layanan virtual account Bank Mandiri, yang menunjukkan bahwa peran bank tidak berhenti pada pemberian dana, tetapi juga masuk ke dukungan sistem pembayaran yang lebih efisien.

Digitalisasi memperluas akses bagi pelaku usaha kecil

Di luar pertumbuhan kredit, Bank Mandiri memperkuat jangkauan layanan lewat digitalisasi. Platform KOPRA Bank Mandiri kini telah digunakan lebih dari 335 ribu pengguna, dan 85 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.

Aplikasi Livin Merchant juga mencatat perkembangan yang kuat. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyebut aplikasi tersebut telah memiliki 3,3 juta pengguna terdaftar.

Menariknya, 63 persen pengguna Livin Merchant berada di kawasan non-urban. Angka itu menegaskan bahwa layanan digital Bank Mandiri tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, melainkan juga menjangkau pelaku usaha di daerah yang selama ini sering menghadapi keterbatasan akses layanan keuangan.

Novita menyebut layanan tersebut hadir sebagai solusi murah bagi UMKM. Keterangan itu sejalan dengan fakta bahwa volume transaksi Livin Merchant tumbuh dua kali lipat pada kuartal pertama 2026, sebuah sinyal bahwa layanan digital mulai dipakai lebih aktif oleh pelaku usaha di berbagai wilayah.

Dengan kombinasi pembiayaan produktif, dukungan pada program pemerintah, dan ekspansi layanan digital, Bank Mandiri mempertahankan perannya sebagai salah satu motor pembiayaan ekonomi nasional. Arah pertumbuhan kredit yang tetap kuat, terutama di UMKM dan program prioritas, menunjukkan bahwa ekspansi bisnis bank ini bergerak beriringan dengan kebutuhan ekonomi riil.

Exit mobile version