Program ambisius Blue Origin untuk memperkuat posisi New Glenn kembali mendapat ujian berat setelah insiden ledakan terjadi saat uji pembakaran mesin di landasan peluncuran. Bola api oranye terlihat jelas di langit, sementara getaran dari ledakan itu sempat terasa hingga rumah warga di sekitar lokasi.
Peristiwa ini terjadi ketika roket tersebut sedang dipersiapkan untuk peluncuran satelit yang dijadwalkan pekan depan. Blue Origin memastikan tidak ada korban luka, tetapi perusahaan belum mengungkap penyebab ledakan dan penyelidikan masih berlangsung.
Tahap uji sebelum terbang berujung dramatis
Menurut keterangan Blue Origin, New Glenn sedang berada dalam tahap uji pembakaran mesin sebelum penerbangan. Tahap ini menjadi bagian penting dalam kesiapan roket sebelum benar-benar lepas landas.
Namun, proses itu justru berakhir dengan ledakan besar di landasan. Insiden tersebut langsung menarik perhatian karena terjadi pada momen yang sangat dekat dengan rencana peluncuran berikutnya.
Bezos sebut tim sudah mulai bekerja
Jeff Bezos ikut menanggapi kejadian itu melalui platform X. Ia mengatakan masih terlalu awal untuk mengetahui penyebab ledakan, tetapi tim sudah mulai bekerja untuk mencari jawabannya.
Bezos juga menegaskan bahwa bagian yang rusak akan dibangun kembali jika memang perlu diperbaiki. Ia menambahkan bahwa upaya untuk terbang lagi tetap layak dilakukan, meski kejadian ini menjadi pukulan besar bagi tim pengembang.
Tambahan masalah untuk roket andalan Blue Origin
Ledakan saat uji mesin ini menambah daftar tantangan yang dihadapi New Glenn. Pada April lalu, roket yang sama juga mengalami kegagalan ketika menempatkan satelit ke orbit yang tepat karena gangguan mesin.
New Glenn merupakan salah satu roket awal Blue Origin yang dirancang untuk misi berat. Dengan tinggi sekitar 98 meter, roket ini masuk jajaran roket terbesar yang dikembangkan perusahaan.
Dampaknya menjalar ke program Bulan NASA
Kepentingan New Glenn tidak berhenti pada peluncuran satelit. Roket ini juga disiapkan untuk mendukung pengiriman pendarat Bulan dalam program NASA Artemis.
NASA telah memberikan kontrak bernilai ratusan juta dolar kepada Blue Origin untuk mendukung misi ke Bulan. Kerja sama itu juga mencakup pengiriman wahana penjelajah dalam beberapa tahun mendatang.
Administrator NASA Jared Isaacman menyebut pengembangan teknologi peluncuran berat memang sangat kompleks dan penuh risiko. Ia juga mengatakan pihaknya akan mengevaluasi dampak ledakan ini terhadap program Artemis.
Insiden di landasan kini membuat perhatian tertuju lagi pada posisi Blue Origin di sejumlah program antariksa besar. Di saat perusahaan berusaha membawa New Glenn menjadi tumpuan misi-misi berat, satu ledakan di tahap uji justru menunda langkah yang sebelumnya sudah mendekati jadwal peluncuran.
Source: www.beritasatu.com




