Pilihan laptop dengan Ubuntu bawaan tampaknya bukan sekadar opsi tambahan. Pada perangkat modular Framework, konfigurasi Ubuntu justru dilaporkan terjual lebih cepat daripada versi Windows, sehingga memunculkan tanda bahwa sebagian pembeli makin mempertimbangkan sistem operasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka sejak awal.
Framework menyampaikan melalui X bahwa sejumlah batch laptop Ubuntu habis dalam waktu singkat. Dari delapan batch yang disiapkan, enam batch lebih dulu ludes, lalu batch kedelapan juga disebut ikut habis hanya beberapa jam setelah informasi pembaruan itu dibagikan.
Temuan tersebut menarik karena selama ini Linux kerap dianggap hanya punya peminat terbatas di pasar laptop. Namun, pernyataan Framework justru menunjukkan bahwa pada segmen tertentu, Ubuntu mampu bergerak lebih cepat dibanding konfigurasi Windows yang selama ini lebih umum.
Framework tidak memaparkan selisih penjualan antara dua konfigurasi itu. Karena tidak ada angka rinci, belum bisa dipastikan apakah versi Windows tetap laku tetapi lebih lambat, atau justru tertinggal cukup jauh dari Ubuntu dalam periode penjualan yang sama.
Permintaan laptop Linux bawaan punya tempatnya sendiri
Kasus ini juga memperlihatkan bahwa pasar laptop tidak selalu seragam. Di segmen pengguna yang lebih teknis atau yang suka mengatur komponen perangkat, laptop modular seperti Framework memang punya daya tarik tersendiri karena memberi keleluasaan lebih besar.
Fleksibilitas itu membuat pilihan sistem operasi sejak awal menjadi penting. Ubuntu dan Linux umumnya cocok bagi pengguna yang ingin kontrol lebih besar atas software yang dipakai, tanpa harus membeli laptop Windows lalu melakukan instalasi ulang untuk mendapatkan sistem operasi yang diinginkan.
Pada titik inilah Ubuntu bawaan menjadi lebih relevan. Bagi sebagian pembeli, perangkat yang langsung siap pakai dengan sistem operasi pilihan terasa lebih praktis dibanding harus mengubah konfigurasi setelah pembelian.
Biaya lisensi ikut memengaruhi pilihan
Aspek harga juga tampak ikut mendorong preferensi tersebut. Framework secara terbuka menyebut biaya lisensi Windows 11 sebesar $140, dan angka ini bisa menjadi pertimbangan besar bagi pembeli yang memang tidak membutuhkan sistem operasi Microsoft.
Jika pengguna tidak berniat memakai Windows, maka biaya tambahan itu terasa kurang efisien. Sebaliknya, memilih Ubuntu pre-installed membuat pembeli tidak merasa membayar untuk software yang tidak akan digunakan.
Dari sudut pandang konsumen, pilihan ini bukan hanya soal sistem operasi. Nilai guna, efisiensi biaya, dan kemudahan penggunaan sejak awal turut membentuk keputusan pembelian, terutama pada perangkat yang memang dirancang untuk fleksibilitas.
Windows masih dominan, tetapi persaingan di ceruk tertentu berubah
Secara umum, Windows tetap dikenal sebagai sistem operasi terbesar di pasar laptop. Namun, kasus Framework menunjukkan bahwa dominasi di pasar luas tidak selalu sama dengan perilaku pembeli di segmen yang lebih spesifik.
Pada perangkat modular, kebutuhan pengguna cenderung berbeda. Mereka yang terbiasa bereksperimen dan ingin menyesuaikan perangkat sejak awal bisa melihat Ubuntu sebagai pilihan yang lebih masuk akal, apalagi jika perangkat tersebut langsung siap digunakan tanpa langkah tambahan.
Ada pula pandangan bahwa Windows 11 masih dibayangi masalah bug dan kontrol kualitas. Jika pengalaman di sistem itu dianggap kurang meyakinkan, sebagian pembeli wajar mencari alternatif yang dinilai lebih stabil atau lebih sesuai dengan kebiasaan mereka.
Framework sendiri menyediakan tiga jalur pembelian yang jelas, yaitu Ubuntu, Windows, atau unit tanpa sistem operasi. Kombinasi ini menempatkan perusahaan pada posisi yang unik, sekaligus menunjukkan bahwa laptop Linux resmi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan opsi yang benar-benar dipilih oleh pasar.
Dalam konteks itu, habisnya beberapa batch Ubuntu dan laporan bahwa konfigurasi tersebut menjual lebih banyak daripada Windows menjadi sinyal penting. Ada kelompok pembeli yang tampak makin yakin memilih laptop siap pakai tanpa harus menanggung lisensi sistem operasi yang tidak mereka perlukan.
Source: www.xda-developers.com




