Trump Tetap Keras Soal Nuklir Iran, Tapi Optimis Konflik Bisa Cepat Berakhir

Isu Iran kembali menjadi sorotan setelah Donald Trump menegaskan bahwa perang dengan Teheran seharusnya bisa selesai tanpa memberi ruang bagi senjata nuklir. Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, ia menilai pihak lawan sudah lelah dan ingin mencapai kesepakatan.

Trump bahkan mengatakan penyelesaian konflik itu dapat terjadi “dengan sangat cepat”. Ia juga mengaitkan meredanya ketegangan dengan kemungkinan turunnya harga minyak, sambil menegaskan bahwa hasil akhir yang ia inginkan tetap sama: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Tekanan di Washington

Pernyataan Trump muncul di saat politik Amerika Serikat juga sedang memanas soal arah kebijakan terhadap Iran. Beberapa jam sebelumnya, Senat mengesahkan resolusi kekuasaan perang yang dapat memaksa penarikan pasukan bersenjata AS yang dikerahkan melawan Iran.

Langkah itu menunjukkan adanya perbedaan sikap yang nyata di internal politik Amerika. Empat senator Republik, yakni Bill Cassidy, Rand Paul, Susan Collins, dan Lisa Murkowski, ikut mendukung resolusi tersebut bersama Partai Demokrat.

Pemungutan suara itu menjadi momen pertama resolusi semacam ini berhasil lolos di Senat sejak perang dimulai. Ini juga menandai kali kedua dalam tahun ini ada kelompok senator Republik yang membelot untuk bergabung dengan Demokrat dalam upaya membatalkan resolusi kekuasaan perang dari Komite Kehakiman Senat.

Keyakinan soal cepatnya kesepakatan

Meski dinamika di Kongres menunjukkan adanya tarik-menarik politik, Trump tetap menampilkan keyakinan bahwa konflik bisa ditutup dalam waktu singkat. Ia menyebut Iran lelah dan ingin membuat kesepakatan, sehingga jalan keluar menurutnya masih terbuka.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih bersama sejumlah anggota parlemen dari berbagai partai, Trump menegaskan lagi bahwa damai tidak boleh berarti Iran bebas mengembangkan senjata nuklir. Ia menggambarkan kedua hal itu sebagai satu garis merah yang tidak bisa ditawar.

“Saya pikir kita akan menyelesaikannya dengan sangat cepat, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” ujarnya. Sebelumnya, ia juga mengatakan, “Kita akan mengakhiri perang itu dengan sangat cepat. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan, mereka lelah.”

Klaim soal kemampuan militer AS

Di tengah pembicaraan soal negosiasi, Trump menyoroti kekuatan militer Amerika Serikat dan mengklaim operasi terbaru telah melemahkan kemampuan perang Iran secara besar. Ia menyebut serangan atau operasi itu sebagai pukulan berat terhadap aset militer Teheran.

“Militer kami adalah yang terhebat di dunia. Kami menghancurkan angkatan laut mereka. Angkatan udara mereka telah hilang. Pertahanan udara mereka telah hilang. Semua peralatan perang mereka telah hilang,” kata Trump.

Ia lalu menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir dalam kondisi apa pun. Menurut Trump, sikap itu harus tetap dipertahankan sampai ada penyelesaian yang dianggap aman.

Trump berbicara di hadapan anggota Kongres seperti John Curtis, James Lankford, Steve Scalise, Virginia Foxx, dan Shri Thanedar. Kehadiran lintas partai dalam pertemuan itu memperlihatkan bahwa isu Iran masih menjadi pusat perhatian Washington, baik dari sisi keamanan maupun diplomasi.

Pemerintahannya disebut telah berupaya mengakhiri perang selama berminggu-minggu setelah negosiasi gagal. Namun selama itu pula konflik di Teluk tetap berjalan dan terus menjadi perhatian utama Washington.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version