Di tengah penanganan kasus pembunuhan berantai di Kangseong, Kang Tae Joo justru memilih mengambil jarak dari Cha Si Yeong. Keputusan itu tidak hanya berkaitan dengan urusan kerja, tetapi juga dengan luka lama yang belum selesai dari masa sekolah.
Bagi Tae Joo, kehadiran Cha Si Yeong kembali membuka pengalaman menyakitkan yang selama ini ia simpan rapat. Situasi itu membuat konflik dalam The Scarecrow terasa bergerak di dua lapis sekaligus, yakni penyelidikan kasus dan benturan emosional antartokoh.
Luka lama yang belum mereda
Akar masalah Tae Joo dan Cha Si Yeong berasal dari masa sekolah, ketika Tae Joo menjadi korban perundungan. Cha Si Yeong disebut ikut terlibat bersama gengnya dalam perlakuan itu, dan jejak pengalaman tersebut masih membekas sampai sekarang.
Saat harus berhadapan lagi dengan sosok yang pernah menyakitinya, Tae Joo tidak terlihat bisa bersikap netral. Tatapannya disebut masih bergetar ketika melihat Cha Si Yeong, menandakan trauma lama itu belum benar-benar pulih.
Permintaan maaf yang tak pernah datang
Hubungan keduanya juga semakin sulit karena Cha Si Yeong tidak menunjukkan penyesalan atas masa lalu. Tidak ada permintaan maaf yang muncul, dan kondisi itu membuat Tae Joo menilai kerja sama di antara mereka hampir mustahil dibangun secara sehat.
Bagi Tae Joo, pengakuan atas kesalahan lama menjadi hal penting sebelum hubungan kerja apa pun bisa berjalan. Tanpa itu, keberadaan Cha Si Yeong di lingkar penanganan kasus justru terasa seperti beban tambahan yang memperburuk keadaan psikologisnya.
Kepercayaan Tae Joo ikut goyah karena sikap Cha Si Yeong
Penolakan Tae Joo juga dipengaruhi oleh cara Cha Si Yeong menjalankan perannya sebagai jaksa. Ia dipandang menyalahgunakan wewenang terhadap orang yang tidak bersalah, sehingga Tae Joo semakin sulit menaruh kepercayaan.
Dalam perkara pembunuhan berantai yang menuntut ketelitian dan objektivitas, sikap seperti itu menjadi persoalan besar. Dari sudut pandang Tae Joo, Cha Si Yeong tidak layak masuk terlalu jauh ke dalam penanganan kasus yang sedang ia hadapi.
Ada dugaan motif pribadi di balik kedekatan itu
Kecurigaan Tae Joo tidak berhenti pada masalah masa lalu. Ia juga melihat adanya tujuan pribadi yang ikut mendorong keterlibatan Cha Si Yeong dalam kasus tersebut.
Ketika penegakan hukum tampak bercampur dengan kepentingan lain, Tae Joo merasa penyelidikan berisiko kehilangan arah. Karena itu, ia makin enggan bekerja berdampingan dengan Cha Si Yeong dalam situasi yang sudah rumit sejak awal.
Cha Si Yeong tetap berada di orbit Tae Joo
Meski Tae Joo berusaha menjauh, Cha Si Yeong justru menunjukkan keinginan untuk tetap dekat. Ia memilih menempel di tim yang sama, sehingga peluang untuk kembali mengusik kehidupan Tae Joo menjadi lebih besar.
Kondisi ini menempatkan Tae Joo dalam posisi sulit. Di satu sisi, ia harus fokus pada kasus besar di Kangseong, tetapi di sisi lain ia juga dipaksa berhadapan dengan bayangan masa sekolah yang belum hilang.
Di saat yang sama, Cha Si Yeong bukan satu-satunya jaksa terkenal di Kangseong, sehingga Tae Joo masih memiliki pilihan lain untuk mencari dukungan hukum. Pertemuan mereka yang sarat konflik membuat The Scarecrow tidak hanya bertumpu pada investigasi, tetapi juga pada drama psikologis yang lahir dari trauma, relasi kuasa, dan luka lama yang terus menekan perjalanan cerita.
Source: www.idntimes.com




