Sorotan terhadap fenomena anomali tak dikenal kembali mengarah ke arsip misi Apollo setelah pemerintah Amerika Serikat membuka UFO Files yang lama dinantikan publik. Di antara ratusan halaman dokumen, gambar, dan rekaman audio yang dirilis Pentagon, perhatian terbesar justru tertuju pada kesaksian para astronot yang pernah berada di sekitar Bulan.
Laporan itu membuat pembahasan soal cahaya aneh di luar angkasa kembali hidup. Bukan hanya karena ada transkrip percakapan langsung, tetapi juga karena beberapa misi Apollo mencatat pengamatan yang sulit dijelaskan saat para awak sedang menjalankan tugas mereka.
Percakapan dari Apollo 17 jadi pusat perhatian
Salah satu bagian yang paling banyak disorot datang dari misi Apollo 17. Dalam transkrip yang dirilis, Gene Cernan, Jack Schmitt, dan Ron Evans menggambarkan adanya objek terang yang bergerak berirama dan tampak berputar di luar angkasa.
Cernan menegaskan bahwa benda itu bukan partikel biasa yang berada dekat pesawat. Ia menjelaskan masih ada partikel lain sebagai pembanding, sehingga objek tersebut terlihat jauh di kejauhan dan berkedip dengan pola teratur.
Para astronot juga menyebut posisi benda itu tampak berada di arah sekitar pukul 11 ketika mereka melihat kembali ke arah Bumi. Cernan bahkan memperkirakan jaraknya sekitar 10 hingga 12 diameter Bumi dari posisi mereka.
Cahaya terang saat pendaratan memunculkan tanda tanya
Saat proses pendaratan Apollo 17, kru misi kembali melaporkan sesuatu yang tidak biasa di sekitar pesawat. Ron Evans mengatakan ada sejumlah partikel atau sesuatu yang melayang ketika mereka bermanuver.
Jack Schmitt menggambarkan pemandangan itu seperti “perayaan empat Juli” di luar jendela kapsul. Evans kemudian menjelaskan bahwa benda-benda itu tampak bergerigi, seolah berupa fragmen bersudut yang jatuh dan melayang melewati jendela.
Mereka mendeskripsikan objek tersebut sebagai benda padat, bukan cairan, dan sangat terang. Sebagian bergerak mengikuti arah pesawat, sementara yang lain melaju lebih cepat.
Apollo 12 juga merekam kilatan serupa
Fenomena semacam itu ternyata bukan hanya muncul pada Apollo 17. Tiga tahun lebih awal, misi Apollo 12 juga mencatat kejadian yang membuat para astronot berhenti sejenak saat mendekati permukaan Bulan.
Dengan bantuan teleskop Alignment Optical Telescope, salah satu astronot melihat kilatan cahaya dan partikel yang bergerak cepat saat mengamati bagian gelap langit. Pete Conrad, Alan Bean, dan Dick Gordon melaporkan benda-benda itu tampak muncul dari belakang pesawat lalu menjauh ke luar angkasa.
Alan Bean menggambarkan arah gerak benda tersebut dengan singkat. Ia mengatakan, “Mereka benar-benar keluar dari sini dan langsung menuju bintang-bintang.”
Sejumlah foto dari misi Apollo 12 yang ikut dirilis juga memperlihatkan objek terang di luar angkasa dari permukaan Bulan. Kehadiran gambar-gambar itu menambah perhatian terhadap catatan para astronot yang selama ini tersimpan dalam dokumen resmi.
NASA menegaskan dukungan pada keterbukaan informasi
Di tengah meningkatnya minat publik, NASA menyatakan dukungan terhadap keterbukaan informasi mengenai fenomena anomali tak dikenal atau UAP. Sekretaris Pers NASA Bethany Stevens mengatakan lembaganya mendukung arahan untuk menghadirkan transparansi yang lebih besar kepada masyarakat Amerika.
Stevens juga menyebut NASA ikut berkontribusi dalam upaya antarlembaga yang dipimpin Departemen Perang dan Kantor Resolusi Anomali Seluruh Domain atau AARO. Menurut dia, NASA mendukung pembagian informasi yang lebih luas kepada publik.
Ia menambahkan bahwa NASA tetap menjalankan misi eksplorasi luar angkasa. Dalam pernyataannya, Stevens menekankan bahwa lembaganya akan terus mengeksplorasi dan memperluas pemahaman manusia tentang planet ini serta alam semesta.
Rilis UFO Files pun membuka kembali perdebatan lama soal apa yang sebenarnya dilihat para astronot Apollo di sekitar Bulan. Transkrip percakapan, foto misi, dan rekaman laporan objek bercahaya kini kembali menjadi bahan pembicaraan dalam isu fenomena anomali tak dikenal.
Source: www.beritasatu.com




