Harga ponsel di toko offline sedang bergerak cepat, dan sorotan tidak hanya tertuju pada model baru. Di segmen premium, sejumlah flagship Xiaomi dan Vivo justru ikut terkoreksi cukup dalam, sementara pasar second dan like new juga ramai dengan pilihan yang lebih ramah kantong.
Di tengah kondisi itu, Infinix Hot 70 sudah lebih dulu terlihat ready di etalase sebelum peluncuran resminya. Kehadiran lebih awal ini membuat ponsel tersebut langsung menarik perhatian pemburu perangkat terjangkau yang mengincar spesifikasi agresif dengan harga yang masih masuk akal.
Infinix Hot 70 jadi perhatian lebih dulu
Infinix Hot 70 hadir dengan chipset Helio G100 Ultimate, baterai 6.000 mAh, fast charging 45W, dan layar 120 Hz. Untuk varian RAM 6/128 GB, perangkat ini dipasarkan di kisaran Rp2.700.000.
Posisi harga itu membuatnya masuk radar pembeli yang mencari HP baru dengan bekal fitur yang cukup lengkap. Kehadirannya juga memperlihatkan bahwa toko offline kerap bergerak lebih cepat menghadirkan stok sebelum pengumuman resmi.
Pilihan lain di kelas harga terjangkau
Di segmen bawah, Redmi 15C varian 6/128 GB ditawarkan Rp2.100.000. Ponsel ini membawa baterai 6.000 mAh dan layar 6,9 inci.
Masih di rentang yang sama, Redmi 15 varian 8/128 GB dipasarkan Rp2.500.000. Model ini mengandalkan Snapdragon 685 dan baterai 7.000 mAh Full HD, sehingga terlihat menonjol di kelas menengah-bawah.
Tecno Spark 40 Pro Plus varian 8/256 GB juga ikut mencuri minat dengan harga Rp2.900.000. Daya tarik utamanya ada pada layar lengkung AMOLED 1.5K yang disebut sangat jernih.
Naik kelas, harga tetap bergerak
Di lapisan menengah, Infinix Note 60 Pro varian 8/256 GB dibanderol Rp4.700.000. Perangkat ini memakai Snapdragon 7S Gen 4 dan ditujukan untuk pengguna yang butuh performa stabil, termasuk untuk game kompetitif.
Sementara itu, Poco X Pro Max varian 12/256 GB dijual Rp6.900.000. Ponsel ini membawa MediaTek Dimensity 9500S dan baterai 8.500 mAh, dua sektor yang membuatnya menonjol di segmen atas.
Flagship Xiaomi dan Vivo ikut terkoreksi
Di sisi flagship, Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, lensa optik Leica, dan memori 12/512 GB terpantau dibanderol Rp15.100.000. Harga itu disebut masih berada di bawah harga retail resmi.
Pasar second bergaransi toko juga memperlihatkan pergerakan yang aktif. Xiaomi 14T 12/512 GB berbekal Leica Camera ada di Rp5.000.000, sedangkan Xiaomi 15 12/256 GB dipatok Rp9.250.000.
Dari kubu Vivo dan iQOO, Vivo V40 12/256 GB dengan Zeiss Camera dijual Rp4.250.000. Vivo X70 Pro 12/256 GB turun sangat jauh dan kini bisa dibeli Rp4.500.000, atau turun hingga Rp8 juta dari harga rilisnya.
Segmen second dan foldable ikut ramai
Pada unit second bergaransi toko, Redmi 15C Fullset 6/128 GB dijual Rp1.750.000. Redmi Note 14 5G 8/256 GB berada di angka Rp2.650.000, sementara Redmi Note 14 Pro 8/256 GB dengan layar lengkung dipasarkan Rp3.250.000.
Dua ponsel lipat yang dulu meluncur di kisaran Rp25 jutaan kini juga jauh lebih terjangkau. Oppo Foldable 16/512 GB dan Huawei Mate X6 12/512 GB sama-sama berada di pasaran second resmi di angka Rp11.000.000-an.
Untuk pengguna Apple, iPhone Air 256 GB terpantau di Rp15.500.000. iPhone 17 256 GB dijual Rp15.750.000, sedangkan iPhone 17 Pro Fullset Ori berada di Rp22.500.000.
Unit iPhone 17 Series second eks-iBox disebut masih memiliki kondisi fisik mulus dengan Battery Health mayoritas 100 persen. Kondisi itu membuat pasar seken premium tetap hidup, terutama bagi pembeli yang ingin flagship dengan selisih harga lebih rendah dari unit baru.





