TNI Amankan Warga Lebih Dulu, Kejar OPM Guspi Waker Usai Bocah 12 Tahun Tewas Ditembak di Tembagapura

Pengejaran terhadap kelompok bersenjata OPM pimpinan Guspi Waker masih berlangsung di kawasan hutan Tembagapura setelah serangan yang menewaskan seorang anak perempuan berusia sekitar 12 tahun. Aparat TNI kini memusatkan perhatian pada pengamanan warga sekaligus operasi pelacakan di sekitar Kalikuluk dan wilayah sekitarnya.

Insiden ini terjadi di Camp Wini Kalikuluk MP 69, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dan langsung memicu kepanikan di permukiman warga. Selain korban anak perempuan yang meninggal dunia, seorang warga sipil lain juga mengalami luka tembak di betis kiri dan masih menjalani perawatan medis.

Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa Satgas TNI lebih dulu mendeteksi pergerakan mencurigakan dari arah Camp David di seberang sungai. Tidak lama setelah itu, terdengar dua kali letusan senjata api yang kemudian disusul rentetan tembakan ke arah posisi personel Satgas TNI di sekitar pemukiman warga.

Situasi tersebut membuat aktivitas warga berubah menjadi mencekam. Mereka yang berada di sekitar lokasi disebut memilih mengungsi demi menghindari ancaman dari kelompok bersenjata yang masih berada di area hutan.

Di tengah kondisi itu, prajurit TNI bergerak untuk mengamankan warga terlebih dahulu. Langkah evakuasi dilakukan agar masyarakat sipil tidak menjadi korban lanjutan dari serangan yang terjadi di area tersebut.

Aulia menyampaikan bahwa prajurit tetap bekerja dengan mengedepankan Rules of Engagement atau ROE. Menurut dia, tindakan di lapangan dilakukan secara terukur, profesional, sesuai hukum, dan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Dalam proses pengamanan, prajurit menemukan anak perempuan yang mengalami luka tembak di bahu kiri. Korban kemudian ditandu menuju fasilitas kesehatan terdekat, tetapi meninggal dunia dalam perjalanan di Jalan Poros MP 69 sebelum sempat menerima pertolongan medis.

Sejumlah warga lain juga meninggalkan lokasi untuk mencari tempat yang lebih aman. TNI kemudian memastikan mereka dievakuasi lebih dulu sebelum pengejaran terhadap pelaku dilanjutkan ke arah hutan tempat kelompok bersenjata melarikan diri.

Setelah evakuasi selesai, personel TNI meneruskan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam penembakan itu. Satgas TNI Kewilayahan juga masih melakukan patroli pengamanan dan pendalaman atas insiden tersebut di sekitar Kalikuluk.

Pemantauan terhadap aktivitas OPM pimpinan Guspi Waker disebut terus diperketat. Langkah itu dilakukan untuk mencegah serangan susulan dan menjaga keselamatan warga sipil yang masih tinggal di wilayah rawan konflik tersebut.

Source: www.suara.com
Exit mobile version