Timah Cair Dipilih Untuk Reaktor Uji Baru, Newcleo Incar Jalur Nuklir Yang Lebih Stabil

Pengembangan reaktor nuklir generasi berikutnya mulai bergerak dari konsep ke pembuktian di lapangan. Di Italia, Newcleo memasang PRECURSOR, fasilitas uji yang dirancang sebagai reaktor cepat berpendingin timbal pertama di dunia.

Langkah ini penting karena membawa pendekatan baru yang ingin mengurangi ketergantungan pada air bertekanan tinggi. Di tengah kebutuhan akan sistem yang lebih stabil, timbal cair diposisikan sebagai salah satu kandidat paling serius untuk teknologi nuklir masa depan.

Mengapa timbal jadi perhatian

Pada reaktor nuklir konvensional, fisi memanaskan air bertekanan tinggi agar tetap cair. Panas itu lalu dipindahkan ke sistem air lain untuk menghasilkan uap yang memutar turbin listrik.

Pendekatan pada reaktor cepat berpendingin timbal berbeda. Sistem ini memakai timbal cair sebagai satu-satunya pendingin untuk memindahkan panas dari inti reaktor ke air penggerak turbin.

Keunggulan utama timbal ada pada titik didih alaminya yang sangat tinggi. Karena itu, pendingin ini bisa dipakai pada tekanan lebih rendah dibanding air bertekanan pada reaktor standar.

Dalam desain reaktor air bertekanan standar, tekanan besar dibutuhkan untuk menjaga aliran pendingin tetap stabil dan mencegah pelelehan inti. Reaktor berpendingin timbal dinilai bisa dibangun dengan biaya lebih murah dan beroperasi dengan inti yang lebih kecil.

Timbal juga memantulkan neutron kembali ke inti reaktor. Sifat ini membantu menjaga energi neutron dan ikut meningkatkan efisiensi konversi energi.

PRECURSOR masih berfungsi sebagai reaktor uji

PRECURSOR bukan pembangkit listrik komersial. Fasilitas ini adalah reaktor uji kecil yang dibuat untuk meniru kompleksitas serta perilaku termal-hidraulik pada reaktor LFR skala penuh.

Ulisse Pasquali, CEO SRS-Fucina group, menyebut PRECURSOR sebagai “proof of concept”. SRS-Fucina adalah konglomerasi perusahaan teknik dan konstruksi yang membantu pemasangan reaktor tersebut bersama Newcleo.

Melalui fasilitas ini, peneliti akan mengumpulkan data tentang siklus termal dan proses hidraulik yang diperkirakan muncul pada LFR skala penuh. Data itu kemudian dipakai untuk menentukan cara terbaik membangun dan menerapkan LFR masa depan beserta fasilitas pendukungnya.

Informasi dari pengujian juga akan menjadi dasar untuk menyusun siklus pembangkitan listrik yang benar-benar bisa dijalankan di reaktor jenis ini. Dengan begitu, pengembangan tidak berhenti pada rancangan di atas kertas, tetapi bergerak menuju tahap yang lebih siap diterapkan.

Arah baru industri nuklir

Newcleo bukan satu-satunya perusahaan yang mengejar desain reaktor baru. Namun, proyek seperti PRECURSOR menunjukkan bahwa teknologi generasi berikutnya mulai diuji dalam bentuk yang lebih nyata dan terukur.

Jika berjalan sesuai rencana, Newcleo menargetkan mulai membangun LFR skala penuh dan mengoperasikannya di Prancis pada 2031. Target ini membuat pengembangan reaktor berpendingin timbal menjadi salah satu program penting dalam peta jalan nuklir baru.

Minat terhadap teknologi ini juga memunculkan spekulasi penggunaannya di luar sektor listrik. Ada bayangan bahwa desain semacam ini suatu hari dapat berguna untuk misi berawak bertenaga nuklir ke Mars, meski penerapannya masih sangat jauh.

Di saat yang sama, nuklir tetap membawa tantangan besar, terutama pada limbah bekas yang sangat beracun dan dapat bertahan selama berabad-abad. Karena itu, setiap pendekatan baru yang menjanjikan peningkatan keselamatan, efisiensi, dan pengendalian panas akan terus menarik perhatian industri energi.

Baca Juga

Back to top button