Bagi kreator yang sering bekerja cepat di lokasi, Galaxy S26 Ultra tampak menonjol bukan karena satu fitur besar saja, melainkan karena tiga peningkatan yang langsung menyentuh pekerjaan harian: pengambilan gambar malam, kestabilan video, dan kecepatan memilih warna. Andy Garcia, kreator konten profesional yang membandingkannya dengan Galaxy S25 Ultra, menilai perubahan itu terasa nyata saat dipakai untuk kerja lapangan.
Pendekatan ini membuat ponsel tidak sekadar mengejar hasil akhir yang lebih rapi. Galaxy S26 Ultra juga dirancang untuk mengurangi kebutuhan alat tambahan dan memangkas waktu yang biasanya habis di tahap penyuntingan, terutama ketika mobilitas menjadi bagian utama dari pekerjaan.
Warna sinematik lebih cepat terlihat sejak pengambilan gambar
Salah satu perubahan yang paling membantu alur kerja ada pada bagian warna. Galaxy S25 Ultra sudah mendukung perekaman Samsung LOG, tetapi tampilannya tetap datar saat direkam karena memang ditujukan untuk memberi ruang dynamic range yang luas.
Galaxy S26 Ultra membawa 4 preset LUT bergaya sinematik yang terintegrasi. Andy mencatat kreator bisa melihat pratinjau warna sinematik langsung di layar saat merekam, sehingga keputusan visual tidak harus ditunda sampai file masuk ke tahap editing.
Bagi kreator perjalanan, ini penting karena proses memperkirakan hasil akhir sering menyita waktu. Dengan tampilan yang lebih mendekati hasil jadi sejak awal, mood video bisa dicek lebih cepat sebelum dipindahkan dan disunting lewat Quick Share.
Stabilisasi yang lebih berani saat bergerak
Di sisi video, Samsung juga mengubah cara perangkat menangani guncangan. Galaxy S24 dan S25 Series mengandalkan Super Steady yang efektif meredam getaran vertikal dan horizontal, tetapi pengguna tetap perlu menjaga posisi tangan agar horizon tidak miring.
Galaxy S26 Ultra memperkenalkan Horizontal Lock untuk menjawab hal itu. Fitur ini tidak hanya menahan guncangan, tetapi juga mengunci garis cakrawala agar tetap lurus, bahkan saat smartphone diputar ke sudut ekstrem atau dipakai berlari di medan kasar.
Samsung memadukan data dari accelerometer, gyroscope, dan Optical Image Stabilization untuk mendukung fitur tersebut. Untuk kreator yang sering berpindah lokasi, hasilnya bisa mengurangi ketergantungan pada gimbal eksternal dan membuat pengambilan gambar terasa lebih ringkas.
Kamera utama lebih siap untuk kondisi minim cahaya
Perubahan lain yang langsung terasa ada pada kamera utama. Galaxy S25 Ultra masih menggunakan aperture f/1.7, sedangkan Galaxy S26 Ultra naik ke f/1.4 pada kamera utama 200MP.
Secara praktis, bukaan yang lebih lebar membuat cahaya masuk jauh lebih banyak. Andy menilai hal ini membantu saat merekam malam, lanskap berkabut, dan area minim cahaya yang tetap membutuhkan detail tekstur yang terjaga.
Pada Galaxy S25 Ultra, hasil low-light sudah tergolong kuat. Namun pada kondisi yang sangat ekstrem, pengguna masih bisa terdorong menaikkan ISO, dan itu berisiko memunculkan noise.
Di S26 Ultra, kebutuhan itu dibuat lebih kecil karena perangkat lebih siap dipakai di situasi semacam itu. Efek blur latar atau bokeh juga ikut berubah, karena di S26 Ultra tampil lebih natural secara optikal, sementara ProVisual Engine terbaru membantu sensor bekerja maksimal tanpa hasil yang terasa terlalu dibentuk perangkat lunak.
Lebih dekat ke workflow kreator yang efisien
Tiga peningkatan tadi menunjukkan arah yang konsisten. Samsung tidak hanya mengejar video yang lebih bersih, tetapi juga alur kerja yang lebih praktis untuk kreator yang tidak punya banyak waktu saat di lapangan.
Selain kamera, seri S26 juga memperluas kategori Galaxy AI dengan fokus pada keamanan privasi, penyaringan lalu lintas komunikasi, dan produktivitas preventif. Arah ini memperkuat posisi perangkat sebagai alat kerja yang tidak hanya membantu saat merekam, tetapi juga saat pengguna mengatur aktivitas harian.
Di Indonesia, Galaxy S26 Ultra hadir dalam tiga opsi penyimpanan. Varian 12GB/256GB dibanderol Rp24.499.000, varian 12GB/512GB seharga Rp27.499.000, dan varian 16GB/1TB dijual Rp31.999.000.
Selama periode prapemesanan dan rilis awal 1 hingga 31 Mei 2026 di samsung.com/id dan seluruh gerai fisik, pembeli juga bisa mendapat total benefit hingga Rp3,9 juta. Insentif itu mencakup cashback trade-in hingga Rp3,5 juta, extra cashback untuk pembelian Galaxy Buds4 Series mulai dari Rp399 ribu, dan cicilan 0% dengan DP Rp0.





