Serangan terbaru di Jalur Gaza kembali memperlihatkan betapa rapuhnya perlindungan terhadap fasilitas yang seharusnya menjadi tempat aman bagi warga sipil. Kali ini, sasaran serangan berada di dapur umum Deir el-Balah, dan tiga pekerja amal yang bertugas di sana tewas.
Fasilitas itu melayani warga di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di wilayah tengah Gaza. Lokasinya juga berada di jalur distribusi bantuan yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang masih bertahan di tengah perang.
Hind Khoudary dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Kota Gaza, menyebut tiga korban di Deir el-Balah sebagai pekerja lembaga kemanusiaan. Ia menekankan bahwa serangan semacam ini tidak hanya mengancam individu, tetapi juga organisasi yang berusaha melayani komunitas di seluruh Gaza.
Serangan pada hari Minggu itu tidak hanya menimbulkan korban di Deir el-Balah. Laporan yang sama juga menyebut adanya korban lain di Khan Younis dan Beit Lahiya, meski tidak ada rincian tambahan mengenai kondisi mereka.
Hamas mengecam keras serangan ke dapur umum tersebut. Kelompok itu menyebutnya sebagai “kejahatan perang yang disengaja” dan “adegan baru dari genosida yang terus berlangsung terhadap rakyat kami di Jalur Gaza”.
Dalam pernyataannya, Hamas juga menuduh adanya “keheningan dan tindakan internasional yang tidak beralasan” yang, menurut mereka, mendorong pendudukan untuk terus melanjutkan serangan. Kecaman ini menambah kerasnya tuduhan terhadap operasi militer Israel di tengah terus bertambahnya korban sipil.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan pada hari Minggu bahwa perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 72.760 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023. Dalam jumlah yang sama, sedikitnya 871 orang disebut tewas sejak gencatan senjata yang dikatakan dimulai pada Oktober lalu.
Data itu menunjukkan bahwa kekerasan masih terus menelan korban meski ada pembicaraan mengenai gencatan senjata. Bagi warga sipil dan pekerja bantuan, angka tersebut menggambarkan situasi yang belum mereda di lapangan.
Di saat yang sama, militer Israel menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza, yang ditandai sebagai zona penyangga “garis kuning”. Pada hari Minggu, militer Israel mengatakan pasukannya menewaskan satu orang di zona itu dan menuduh korban bersenjata serta menimbulkan ancaman langsung, tanpa memberikan bukti.
Militer Israel juga menyatakan seorang komandan Hamas tewas dalam insiden terpisah. Mereka mengidentifikasi pria itu sebagai Bahaa Baroud, namun hingga laporan tersebut dibuat belum ada konfirmasi segera dari Hamas mengenai klaim itu.
Serangan ke dapur umum di Deir el-Balah menambah panjang daftar lokasi sipil yang terdampak perang di Gaza. Di tengah kebutuhan bantuan yang justru semakin mendesak, kematian tiga pekerja dapur komunitas itu menambah tekanan pada upaya bertahan hidup warga yang masih berada di jalur konflik.