Tiga Kota Disiapkan Untuk Perpisahan Ali Khamenei, Iran Perkirakan Jutaan Pelayat Datang

Rencana pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran disiapkan dengan skala yang sangat besar dan melibatkan tiga kota sekaligus. Teheran, Qom, dan Mashhad menjadi pusat penghormatan terakhir yang diperkirakan akan menyedot perhatian jutaan pelayat dari berbagai negara.

Dari tiga kota itu, Mashhad menjadi titik yang paling disorot karena disiapkan sebagai lokasi peristirahatan terakhir di dekat Makam Imam Reza. Pengaturan ini membuat prosesi duka Khamenei dipandang bukan sekadar acara internal Iran, tetapi juga peristiwa keagamaan besar yang menjangkau kawasan lebih luas.

Prosesi tiga hari di tiga pusat utama

Wakil Wali Kota Teheran untuk Urusan Sosial dan Budaya, Mohammad-Amin Tavakolizadeh, menjelaskan bahwa prosesi pemakaman akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Di Teheran, penghormatan dan doa bersama bahkan dijadwalkan berjalan setidaknya selama 24 jam penuh.

Pemerintah Iran menempatkan Teheran, Qom, dan Mashhad sebagai titik utama penghormatan publik. Susunan itu menunjukkan bahwa negara tersebut menyiapkan rangkaian duka ini sebagai agenda nasional dengan cakupan yang sangat luas.

Perkiraan arus pelayat lintas negara

Mashhad diperkirakan tidak hanya dipadati pelayat dari dalam Iran. Pemerintah setempat memperkirakan kehadiran massa juga datang dari Pakistan, Afghanistan, India, dan Bangladesh.

Tavakolizadeh menyebut upacara itu akan menjadi “perhimpunan umat Islam dan Syiah terbesar sedunia”. Ia juga menilai suasana duka telah melampaui batas Iran dan berpotensi memunculkan rangkaian berkabung di sejumlah negara lain.

Duka yang meluas ke kawasan

Irak sudah lebih dulu menetapkan masa berkabung resmi dan menggelar upacara pemakaman simbolis di berbagai kota. Langkah itu memperlihatkan bahwa respons atas wafatnya Khamenei tidak berhenti di Iran.

Menurut Tavakolizadeh, situasi serupa diperkirakan muncul di negara-negara Islam yang memiliki kedekatan kuat dengan Iran. Pakistan, Afghanistan, dan Yaman disebut sebagai negara yang berpotensi merasakan suasana berkabung yang serupa.

Latar wafatnya Khamenei dan dampaknya

Ayatollah Seyyed Ali Khamenei disebut gugur pada akhir Februari setelah serangan yang menargetkan kediaman sekaligus tempat kerjanya di pusat Teheran. Peristiwa itu terjadi pada hari pertama kampanye militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Setelah kematiannya, angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan balasan dalam skala besar. Serangan tersebut diarahkan ke berbagai titik strategis milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Di tengah eskalasi itu, militer Iran juga memberlakukan blokade ketat terhadap Selat Hormuz sejak awal ketegangan. Otoritas Iran hingga kini disebut masih memegang kendali penuh atas jalur pelayaran strategis tersebut dan hanya mengizinkan kapal dagang dari negara tertentu melintas dengan syarat mengikuti regulasi keamanan yang ditetapkan angkatan laut Iran.

Dengan rangkaian penghormatan di tiga kota, durasi tiga hari, serta perkiraan kehadiran jutaan pelayat, prosesi ini diposisikan sebagai peristiwa nasional sekaligus momen keagamaan lintas batas. Mashhad pun berada di pusat perhatian, seiring kesiapan Iran menghadapi duka yang diperkirakan menjalar hingga ke sejumlah negara Islam.

Source: www.suara.com
Exit mobile version