Diet sering terasa sudah berjalan rapi, tetapi hasilnya tetap seret karena pilihan camilan dan makanan praktis yang dikonsumsi di sela-sela makan. Tiga yang paling sering luput diperhatikan adalah sereal sarapan, permen batangan, dan keripik, padahal ketiganya bisa membuat rasa lapar datang lagi lebih cepat.
Masalah utamanya bukan sekadar karena makanan itu enak atau mudah ditemukan. Ketiganya cenderung punya kombinasi gula tinggi, protein rendah, dan serat minim, sehingga tubuh tidak mendapat rasa kenyang yang bertahan lama.
Sereal sarapan yang tidak selalu ramah diet
Sereal sarapan sering dianggap pilihan praktis untuk memulai hari karena cepat disajikan. Namun, banyak produk di pasaran mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi, sehingga kurang ideal untuk pola makan sehat.
Memang ada sereal yang dipasarkan dengan tambahan protein. Kathleen Benson, CSSD, CPT, RDN dari VNutrition menjelaskan bahwa tambahan protein bisa membantu, terutama jika sereal dimakan bersama susu yang juga tinggi protein.
Tetapi secara umum, kandungan protein dari sereal masih belum cukup untuk membuat kenyang lebih lama. Akibatnya, rasa lapar bisa muncul kembali lebih cepat meski porsinya terlihat wajar.
Permen batangan yang cepat memicu lapar lagi
Permen batangan atau candy bar juga sering dipilih karena praktis dibawa dan mudah dibeli. Di balik kemudahannya, kandungan gulanya tinggi dan dalam satu batang bahkan bisa setara dengan beberapa porsi dessert.
Benson menyebut makanan ini dapat cepat menaikkan gula darah. Masalahnya, permen batangan rendah protein dan serat, sehingga rasa kenyang yang muncul hanya sebentar.
Karena itu, camilan seperti ini sebaiknya tidak dimakan saat perut kosong. Pilihan yang lebih aman adalah mengonsumsinya secukupnya setelah makan atau setelah camilan yang gizi seimbang.
Keripik yang terasa mengenyangkan, tapi singkat
Keripik dari kentang, ubi, maupun sayuran kerap dianggap memuaskan karena teksturnya renyah dan volumenya terlihat banyak. Kesannya mengenyangkan, tetapi efek itu biasanya tidak bertahan lama.
Benson menjelaskan bahwa kandungan protein dan serat yang rendah membuat keripik kurang efektif menahan lapar lebih lama. Jika dimakan tanpa keseimbangan gizi, makanan ini justru bisa memicu keinginan makan lagi dalam waktu singkat.
Dari luar, ketiganya memang tampak seperti pilihan cepat yang tidak terlalu bermasalah. Namun, ketika dikonsumsi terlalu sering, ketiganya bisa mendorong asupan kalori berlebih tanpa disadari.
Itulah yang sering membuat berat badan sulit turun meski pola makan sudah terasa dijaga. Saat rasa kenyang tidak bertahan, orang cenderung mencari makanan tambahan lebih cepat dari rencana semula.
Karena itu, isi piring dan camilan harian perlu diperhatikan dengan lebih cermat. Pilihan yang terlihat kecil seperti sereal, permen batangan, atau keripik dapat berdampak besar pada hasil diet jika keseimbangan gizinya tidak mendukung.
Source: www.beautynesia.id