Latihan angkat beban selama sekitar satu jam sering dipandang hanya sebagai cara membentuk tubuh. Padahal, manfaatnya menjalar ke banyak sisi, dari jantung, tulang, hingga kondisi mental yang ikut terdorong lebih baik.
Saat dilakukan secara rutin, tubuh tidak berhenti bekerja ketika sesi latihan selesai. Otot dan jaringan lain tetap menjalani proses pemulihan, sehingga efek latihannya bisa terasa dalam aktivitas harian.
Otot mendapat rangsangan untuk berkembang
Angkat beban memaksa otot bekerja lebih berat daripada kondisi biasa. Dari situ, tubuh membangun penyesuaian agar siap menghadapi beban serupa di sesi berikutnya.
Dr. Brad Schoenfeld, profesor ilmu olahraga di Lehman College, melalui penelitiannya di Journal of Strength and Conditioning Research menyebut latihan beban rutin dapat membantu meningkatkan kekuatan dan ukuran otot. Karena itu, durasi latihan sekitar satu jam yang dilakukan konsisten dapat memberi perubahan nyata pada tubuh.
Kalori tetap terbakar setelah sesi selesai
Manfaat angkat beban tidak berhenti pada saat latihan berlangsung. Setelahnya, tubuh masih memerlukan energi untuk memperbaiki otot yang baru bekerja keras.
BBC mengutip bahwa latihan kekuatan seperti angkat beban dapat meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga kalori tetap terbakar walau olahraga sudah selesai. Mekanisme ini membuat latihan beban menjadi salah satu pilihan yang efektif untuk membantu mengurangi lemak tubuh bila dijalankan rutin.
Jantung dan sistem kardiovaskular ikut terbantu
Selain membangun otot, latihan beban juga memberi dampak pada kesehatan jantung. Saat dilakukan teratur, aliran darah dapat menjadi lebih lancar dan tekanan darah lebih terkontrol.
Times of New York melaporkan bahwa latihan kekuatan seperti angkat beban dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung jika dijalankan rutin. Para ahli juga menilai hasilnya akan lebih baik bila latihan ini dibarengi gaya hidup sehat.
Tulang dan postur tidak tertinggal
Beban yang diangkat memberi tekanan pada tulang, lalu tubuh merespons dengan menyesuaikan diri agar tulang menjadi lebih padat dan kuat. Karena itu, latihan kekuatan dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis.
Manfaat lain muncul pada otot inti, termasuk otot perut dan punggung. Otot-otot tersebut berperan menjaga tubuh tetap tegak, sehingga postur tidak mudah membungkuk.
Keseimbangan, koordinasi, dan mental ikut terdorong
Latihan kekuatan juga membantu melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh. Dampaknya, risiko cedera dapat berkurang saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, angkat beban berkaitan dengan kesehatan mental karena olahraga memicu pelepasan endorfin yang dapat membuat suasana hati lebih tenang dan bahagia. Latihan ini juga dapat membantu meredakan stres, kecemasan, hingga depresi ringan, sementara perubahan fisik yang terlihat dari waktu ke waktu bisa meningkatkan rasa percaya diri.
Source: www.beautynesia.id