Langkah Tether Investments untuk mendorong Twenty One Capital menjadi kendaraan publik Bitcoin yang lebih besar kini terlihat semakin ambisius. Perusahaan yang dikenal aktif di ekosistem aset digital itu menyiapkan skema merger yang melibatkan Strike dan Elektron Energy, dengan tujuan membangun satu platform publik yang menopang treasury Bitcoin, penambangan, layanan keuangan, dan pasar modal sekaligus.
Di tengah pasar yang masih menaruh perhatian besar pada perusahaan pemegang Bitcoin, rencana ini menempatkan XXI dalam posisi yang berbeda dari sekadar penyimpan aset digital. Tether melihat struktur baru tersebut sebagai cara untuk menggabungkan neraca yang kuat dengan operasi yang dapat menghasilkan pendapatan, sambil tetap mendorong adopsi Bitcoin lewat layanan yang lebih luas.
Merger bertahap untuk membentuk ekosistem yang lebih lengkap
Dalam proposal yang disampaikan, Twenty One Capital akan lebih dulu digabungkan dengan Strike, perusahaan layanan keuangan Bitcoin milik Jack Mallers yang beroperasi di lebih dari 100 negara. Setelah proses itu selesai, entitas gabungan tersebut akan melanjutkan langkah merger dengan Elektron Energy, platform penambangan Bitcoin berskala besar.
Susunan ini memperlihatkan arah yang jelas: membangun perusahaan publik yang tidak hanya menyimpan Bitcoin sebagai aset cadangan. Tether Investments menilai pendekatan seperti itu bisa menghadirkan sumber pendapatan yang lebih beragam dan mengurangi ketergantungan pada satu strategi saja.
Strike membawa sisi layanan yang langsung bersentuhan dengan pengguna, sedangkan Elektron menambah kekuatan di bidang penambangan dan operasi pasar modal. Jika digabungkan, ketiganya membentuk tiga pilar utama yang saling melengkapi, yaitu layanan, produksi aset, dan pengelolaan nilai.
Posisi XXI makin menonjol di tengah persaingan
Twenty One Capital saat ini tercatat sebagai pemegang Bitcoin publik terbesar kedua, dengan lebih dari 43.500 BTC di neraca menurut BitcoinTreasuries. Skala tersebut membuat rencana merger ini mendapat sorotan lebih besar, karena berpotensi memperkuat konsolidasi di sektor aset digital.
Bagi Tether, perusahaan hasil merger bisa menjadi jembatan antara kebutuhan investor dan infrastruktur teknis di balik Bitcoin. Dengan model seperti itu, XXI tidak lagi tampil sebagai kendaraan publik yang hanya mengandalkan akumulasi aset, melainkan sebagai struktur yang lebih terintegrasi.
Saham XXI sendiri sudah tercatat di New York Stock Exchange pada Desember 2025. Meski kinerjanya melemah lebih dari 10% sepanjang 2026 sejauh ini, pengumuman merger justru mendorong respons positif di perdagangan setelah jam normal.
Pada sesi tersebut, saham XXI naik lebih dari 6,6% ke level $8.35. Pergerakan itu menunjukkan bahwa pasar masih memberi ruang bagi strategi Tether untuk membentuk perusahaan Bitcoin publik yang lebih besar dan lebih agresif.
Struktur kepemimpinan ikut disiapkan
Dalam usulan merger itu, Tether juga menyebut akan merekomendasikan Raphael Zagury, CEO Elektron, untuk menjabat sebagai presiden perusahaan hasil penggabungan. Nama Zagury dinilai dapat melengkapi posisi Jack Mallers yang kuat di sisi layanan konsumen.
Kombinasi keduanya dipandang penting karena merger ini tidak hanya soal penyatuan aset, tetapi juga penggabungan pengalaman dari dua wilayah bisnis yang berbeda. Mallers membawa latar belakang layanan keuangan Bitcoin, sementara Zagury memiliki pengalaman di operasi penambangan dan pasar modal.
Namun, Tether belum mengungkap detail mengenai syarat transaksi, jadwal pelaksanaan, maupun tata kelola perusahaan setelah merger. Karena itu, arah utamanya sudah terlihat, tetapi bentuk final dari struktur baru XXI masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.
Meski begitu, proposal ini sudah cukup untuk menunjukkan bagaimana Tether ingin mengubah Twenty One Capital dari sekadar pemegang Bitcoin menjadi perusahaan publik yang memiliki layanan, infrastruktur, serta fondasi bisnis yang lebih luas dalam satu payung.





