Terrano Kembali Dengan Wajah Baru PHEV, Tetap Tangguh Tanpa Kehilangan Nyaman Kota

Nama Terrano kembali muncul, tetapi kali ini bukan sebagai SUV konvensional seperti dulu. Nissan membawanya ke panggung Auto China dalam bentuk konsep PHEV, sehingga identitas lama yang lekat dengan karakter tangguh kini dipadukan dengan arah elektrifikasi.

Langkah itu membuat Terrano terlihat diarahkan untuk dua kebutuhan sekaligus. Di satu sisi, mobil ini tetap ingin nyaman dipakai di jalan kota, tetapi di sisi lain karakter off-road yang sudah lama menjadi ciri utamanya masih dipertahankan.

Nama lama, kemasan baru

Nissan menempatkan Terrano sebagai SUV yang menggabungkan warisan kendaraan off-road dengan teknologi elektrifikasi terbaru. Konsep ini juga tampil bersama satu SUV konsep lain di kategori NEV, yang mempertegas fokus Nissan pada arah pengembangan kendaraan listrik dan plug-in hybrid.

Kemunculannya di ajang Auto China di Beijing International Automotive Exhibition pada 24/4-3/5 menunjukkan bahwa Nissan tidak sekadar menghidupkan kembali nama lama. Ada pesan yang lebih besar, yaitu menjadikan nama yang sudah dikenal sebagai jembatan menuju strategi produk yang lebih modern.

Di panggung yang sama, CEO Nissan Ivan Espinosa menilai pasar Tiongkok sangat kompetitif. Ia juga memandang pasar itu penting bukan hanya untuk memperkenalkan produk dan teknologi terbaru, tetapi juga sebagai landasan pemasaran secara global.

Karakter klasik masih dipertahankan

Walau tampil sebagai konsep modern, Terrano baru tidak lepas dari ciri visual yang membuat namanya mudah dikenali. Siluet bodi kotak masih terlihat, begitu pula posisi ban serep di pintu belakang yang sejak lama identik dengan model ini.

Pilihan desain tersebut menjaga kesan fungsional dan tangguh yang sudah melekat pada Terrano. Nissan tampaknya sengaja mempertahankan akar historis itu agar nama lama ini tidak terasa terputus dari identitas aslinya.

Pendekatan tersebut juga membuat Terrano tidak tampil sebagai produk baru yang berdiri sendiri. Mobil ini justru diposisikan sebagai perpaduan antara nostalgia dan teknologi masa depan, dengan tetap menonjolkan karakter yang akrab bagi penggemarnya.

Jejak Terrano di Indonesia

Di Indonesia, nama Terrano bukan hal baru karena model ini pernah hadir pada periode 1995-2006. Sepanjang masa itu, Terrano mengalami beberapa perubahan tampilan, baik di eksterior maupun interior.

Pada fase awal, Terrano dipasarkan dalam tiga varian, yaitu SLX, SGX, dan A/J Limited. Mobil ini memakai mesin KA24E berkapasitas 2.400 cc, dengan opsi pemasangan transfer case untuk penggerak empat roda.

Perubahan berikutnya muncul pada periode 1997-2000 lewat varian Spirit, GrandRoad XT-R, dan KingsRoad F1. Di tahap ini, opsi transfer case 4×4 tidak lagi tersedia, sementara Nissan menambahkan perangkat CDI untuk memperbaiki sistem pengapian.

Penyegaran yang memperkuat citra SUV tangguh

Facelift terakhir Terrano untuk pasar nasional hadir melalui varian Spirit, GrandRoad, dan KingsRoad. Pembaruannya mencakup bumper yang berubah dari besi menjadi polyutherine, grille yang dibuat lebih mewah, serta lampu depan dan belakang model kristal.

Nissan juga mengubah desain pelek pada penyegaran tersebut. Detail-detail itu memperlihatkan upaya menjaga Terrano tetap relevan sebagai SUV yang kuat, tetapi tetap mengikuti selera pasar pada masanya.

Kini, kembalinya nama Terrano dalam format PHEV memberi makna baru pada model yang sudah punya sejarah panjang. Nissan terlihat ingin memanfaatkan kekuatan identitas lama sambil menempatkannya dalam arah pengembangan yang sesuai dengan tuntutan elektrifikasi.

Source: otodriver.com
Exit mobile version