Terjemahan Langsung Di Lensa, Rokid 2026 Siap Mengubah Cara Anda Berkomunikasi

Di tengah makin seringnya pertemuan lintas bahasa, Rokid mencoba menawarkan cara yang lebih langsung untuk memahami lawan bicara. Kacamata pintar ini menampilkan terjemahan secara real-time di depan mata pengguna, sehingga percakapan tidak lagi harus bergantung pada layar ponsel.

Pendekatan itu membuat perangkat ini terasa lebih dekat ke kebutuhan sehari-hari, terutama untuk rapat internasional, pembelajaran, dan perjalanan wisata. Dengan tampilan yang muncul di lensa, pengguna dapat tetap fokus pada lawan bicara tanpa harus terus mengalihkan pandangan.

Terjemahan hadir langsung di lensa

Rokid membawa fungsi penerjemahan yang bekerja lewat integrasi kecerdasan buatan. Saat lawan bicara berbicara, perangkat ini menangkap suara lalu mengubahnya menjadi teks terjemahan yang tampil di hadapan pengguna.

Bahasa yang didukung mencakup bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, serta sejumlah bahasa Eropa utama. Semua terjemahan itu langsung dikonversi ke bahasa Indonesia, sehingga hasilnya terasa lebih praktis bagi pengguna di Indonesia.

Respons cepat jadi pembeda

Salah satu daya tarik utama Rokid ada pada latensinya yang sangat rendah. Dalam demonstrasi awal, proses penerjemahan berlangsung hampir bersamaan dengan ucapan yang terdengar, sehingga jeda terasa sangat kecil.

Kecepatan ini memberi pengalaman percakapan yang lebih natural dibandingkan aplikasi penerjemah di ponsel yang sering menimbulkan keterlambatan. Bagi pengguna yang sering berinteraksi dengan lawan bicara asing, alur komunikasi pun bisa berjalan lebih lancar.

Bukan hanya untuk bahasa

Selain terjemahan, Rokid juga membawa asisten suara cerdas dan navigasi berbasis Augmented Reality atau AR. Petunjuk arah muncul secara virtual di atas pemandangan yang sedang dilihat pengguna, sehingga informasi bisa diakses tanpa harus menunduk ke perangkat lain.

Kombinasi fitur itu membuat Rokid tidak berhenti sebagai alat penerjemah. Perangkat ini diposisikan sebagai perangkat komputasi yang lebih personal, dengan bantuan digital yang tetap hadir tanpa mengganggu aktivitas utama.

Desain ringan untuk dipakai lebih lama

Rokid memakai panel mikro-OLED beresolusi tinggi sebagai layar utama. Tampilan itu dibungkus dalam desain yang ramping dan ringan, dengan tujuan menjaga kenyamanan saat dipakai sepanjang hari.

Pendekatan desain ini penting karena perangkat semacam ini tidak hanya dipakai sesaat. Rokid tampak diarahkan agar bisa masuk ke rutinitas harian, baik saat bekerja, belajar, maupun bepergian.

Siap masuk pasar Indonesia

Di Indonesia, Rokid juga menyiapkan dukungan layanan purna jual. Perusahaan berencana menghadirkan pusat layanan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Peluncuran resmi perangkat ini diperkirakan berlangsung pada kuartal ketiga 2026. Di saat yang sama, Rokid mengklaim membawa harga yang kompetitif dibandingkan kompetitor global lainnya, sehingga posisinya berpotensi menarik perhatian pasar.

Dengan kombinasi terjemahan langsung, navigasi AR, dan desain yang dibuat ringan, Rokid menyasar pengguna yang membutuhkan mobilitas sekaligus produktivitas. Perangkat ini ingin memperlihatkan bahwa kacamata pintar bisa menjadi sarana komunikasi dan bantuan digital yang lebih dekat dengan aktivitas harian.

Baca Juga

Back to top button