Telkom Satukan Seluruh Kapabilitas AI ke Satu Ekosistem, Dorong Perebutan Pasar Industri Semakin Ketat

Perebutan pasar AI di Indonesia kini tidak lagi hanya soal menghadirkan aplikasi cerdas, tetapi juga soal siapa yang mampu membangun fondasi paling lengkap untuk industri. Telkom merespons arah itu dengan meluncurkan AIcosystem, sebuah kerangka besar yang menggabungkan infrastruktur, platform, model, dan solusi dalam satu ekosistem terpadu.

Pendekatan ini membuat AI tidak berdiri sebagai produk terpisah, melainkan sebagai bagian dari sistem yang siap dipakai lintas sektor. Dengan posisi sebagai Indonesia’s End-to-End AI Ecosystem Enabler, Telkom ingin memperkuat perannya dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan fondasi komputasi sampai pemakaian di lapangan.

Peluncuran AIcosystem dilakukan di Jakarta, Kamis (4/6), oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad. Kehadiran tiga sosok itu menandai bahwa Telkom melihat AI bukan sekadar urusan teknologi internal, tetapi juga bagian dari agenda transformasi digital yang lebih luas.

Dian Siswarini menegaskan bahwa AIcosystem merupakan komitmen Telkom agar AI menjadi fondasi transformasi digital yang memberi nilai nyata bagi Indonesia. Ia juga menekankan bahwa pengembangan AI perlu dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan supaya manfaatnya terasa di dunia usaha, masyarakat, dan daya saing bangsa.

Struktur berlapis dari infrastruktur sampai aplikasi

Yang membedakan AIcosystem dari pendekatan biasa adalah susunannya yang fullstack. Telkom membangun ekosistem ini dari AI Infrastructure, lalu naik ke AI Models & Platforms, dan berakhir di AI Solutions & Applications.

Lapisan AI Infrastructure mencakup data center, GPU, CPU, dan memory sebagai dasar komputasi. Di atasnya, AI Models & Platforms memuat AI platform, big data platform, data aggregator, serta Large Language Model yang mencakup Bahasa Indonesia.

Lapisan terakhir berisi aplikasi dan use case yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan layanan publik. Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan bahwa pendekatan penuh seperti ini membuat solusi yang dihasilkan lebih aman, lebih skalabel, dan lebih relevan untuk kebutuhan bisnis maupun layanan publik di Indonesia.

Menghimpun aset AI yang sudah ada

AIcosystem juga berfungsi sebagai payung besar bagi kapabilitas AI yang selama ini tersebar di TelkomGroup. Di dalamnya tergabung Telkom AI Center of Excellence, Telkomsel AI, Neutra Compute dari NeutraDC, AI Infomedia, AI Digiserve, hingga Telkom University.

Dengan penggabungan itu, Telkom tidak hanya membangun produk AI satu per satu. Perusahaan ini juga mengorkestrasi aset yang sudah dimiliki agar bergerak dalam satu arah yang lebih rapi dan siap dipakai lintas kebutuhan.

Konsolidasi seperti ini juga membuka peluang bisnis digital baru di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap solusi berbasis data. Bagi Telkom, pasar AI tidak cukup dibaca sebagai pasar aplikasi, melainkan sebagai pasar ekosistem yang saling terhubung.

AI Center of Excellence jadi mesin talenta dan kolaborasi

Salah satu pilar utama dalam AIcosystem adalah Telkom AI Center of Excellence atau AI CoE. Unit ini memiliki lima pilar, yakni AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native.

AI Campus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik untuk pengembangan talenta dan riset. AI Playground disiapkan sebagai ruang eksplorasi bagi developer dan komunitas, sementara AI Connect berfungsi sebagai jembatan antara kampus, industri, komunitas, dan Telkom.

Di sisi lain, AI Hub mendorong ide dan eksperimen agar cepat naik kelas menjadi solusi siap pakai. AI Native mempercepat penerapan AI dalam kerja internal TelkomGroup agar prosesnya lebih cepat, cerdas, dan efisien.

Sudah dipakai di banyak sektor

Telkom menyebut solusi AI miliknya sudah digunakan di banyak sektor strategis, mulai dari pendidikan, pemerintahan, transportasi, energi dan migas, keuangan, logistik, telekomunikasi, hingga manufaktur. Sejumlah institusi dan perusahaan besar juga disebut telah memanfaatkan solusi tersebut dalam operasional mereka.

Implementasi yang disebut mencakup pricing analytics, traffic management, HR profiling analytics, AI legal document review, dan infrastructure planning berbasis AI. Di sektor pendidikan, platform Pijar milik Telkom juga memakai AI untuk membantu guru mengoreksi esai lebih cepat dan konsisten.

Penerapan lintas sektor itu menunjukkan bahwa target Telkom berada di pasar enterprise yang lebih kompleks. Karena itu, private data, tata kelola, keamanan, dan integrasi sistem bisnis ditempatkan sebagai prioritas dalam pengembangan solusi.

Arah Indonesia ikut menentukan desain ekosistem

AIcosystem tidak dibangun dengan logika teknologi umum semata, tetapi juga dengan mempertimbangkan konteks Indonesia. Dukungan terhadap LLM Bahasa Indonesia, penguatan keamanan data, serta penggunaan infrastruktur yang dibangun dan dioperasikan di dalam negeri menjadi bagian dari strategi Telkom.

Langkah itu juga memperlihatkan dorongan pada kedaulatan AI dan kedaulatan digital nasional. Telkom menilai pengembangan AI harus memahami bahasa, kebutuhan, dan dinamika kultur Indonesia, bukan hanya membawa teknologi yang siap pakai secara global.

Raffi Ahmad menilai perkembangan AI membuka ruang besar untuk belajar, berinovasi, dan berkolaborasi. Ia menegaskan bahwa pertanyaan penting bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan bagaimana teknologi itu dimanfaatkan secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.

Bagi Telkom, AIcosystem menjadi fondasi baru untuk memperkuat persaingan AI di berbagai industri. Di saat pasar bergerak dari sekadar adopsi teknologi menuju perebutan ekosistem yang terintegrasi, aman, dan berdaya saing, langkah ini menempatkan Telkom pada posisi yang lebih siap untuk menjawab kebutuhan industri dan layanan publik.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version