Telkom Dorong AI Jadi Alat Kerja Nyata, Bukan Sekadar Pemanis Teknologi

Di tengah ramainya pembicaraan soal kecerdasan buatan, Telkom Indonesia memilih memberi penekanan pada satu hal: teknologi itu harus menghasilkan manfaat yang terasa, bukan sekadar menarik perhatian. Perusahaan menolak menjadikan AI sebagai hiasan citra, dan justru menempatkannya sebagai alat untuk memperluas dampak bagi banyak lapisan pengguna.

Sikap itu ditegaskan Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, dalam acara Launching AIcosystem bertajuk Beyond Innovation, Impact for Nation di Telkom Landmark, Jakarta. Ia menyampaikan bahwa Telkom tidak masuk ke bisnis AI hanya untuk menunjukkan diri mampu mengikuti tren teknologi yang sedang berkembang.

AI harus memberi nilai tambah

Bagi Telkom, ukuran utama dari pengembangan AI bukan seberapa modern kesannya, melainkan seberapa besar manfaat yang benar-benar tercipta. Dian menekankan bahwa teknologi ini harus hadir sebagai enabler, sehingga manfaatnya tidak berhenti di perusahaan pengembang saja.

Pandangan tersebut membuat Telkom memosisikan AI sebagai sarana untuk menciptakan nilai tambah yang nyata. Dengan pendekatan itu, perusahaan ingin memastikan setiap langkah pengembangan tidak berhenti pada inovasi di atas kertas, tetapi masuk ke penggunaan yang konkret.

Menjangkau pemerintah sampai UMKM

Telkom juga menargetkan agar hasil pengembangan AI bisa dirasakan lebih merata oleh berbagai pihak. Kelompok yang menjadi perhatian mencakup pemerintah, sektor swasta, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.

Perusahaan melihat pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital yang didorong AI seharusnya tidak hanya terkonsentrasi pada satu kalangan. Karena itu, ekosistem AI yang dibangun diarahkan untuk menjawab kebutuhan banyak pengguna sekaligus.

Posisi Telkom di ekosistem digital nasional

Sebagai operator infrastruktur digital terbesar di Indonesia, Telkom berada pada posisi yang dinilai strategis dalam perkembangan teknologi nasional. Dian menyebut peran itu membuat Telkom bukan sekadar penyedia infrastruktur, tetapi juga bagian dari penggerak ekosistem digital.

Dalam kerangka tersebut, Telkom ingin hadir sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam membangun ekosistem digital nasional. Peran ini juga membuat perusahaan merasa punya tanggung jawab lebih besar dalam mendorong pemanfaatan teknologi baru, termasuk AI.

Bukan soal ikut terlihat modern

Dian juga menegaskan bahwa langkah Telkom di bidang AI bukan untuk sekadar tampil modern di tengah ramainya perhatian terhadap teknologi baru. Fokus perusahaan tetap pada hasil yang dirasakan oleh pemangku kepentingan, bukan pada kesan ikut tren.

Pendekatan itu memperlihatkan bahwa Telkom ingin menempatkan AI sebagai alat yang benar-benar bekerja untuk kebutuhan nyata. Dengan cara ini, perusahaan berharap pengembangan teknologi tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi bagian dari transformasi digital yang memberi manfaat luas.

Arah yang ingin dibangun

Dari penjelasan tersebut, arah pengembangan AI oleh Telkom tampak cukup jelas. Perusahaan ingin menjadi penggerak sekaligus pendorong pertumbuhan AI di Indonesia, dengan penekanan pada manfaat yang bisa dinikmati banyak pihak.

Bagi Telkom, nilai sebuah inovasi tidak diukur dari ramai atau tidaknya pembicaraan publik. Ukurannya ada pada kemampuan teknologi itu membantu pemerintah, pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat merasakan hasil yang konkret dari perkembangan digital.

Source: www.cnbcindonesia.com
Exit mobile version