Xeon 6 Plus Disiapkan Intel untuk Beban AI Mandiri, Dibangun di Proses 18A pada Data Center

Dorongan kebutuhan komputasi untuk agentic AI membuat Intel mengubah pendekatan di lini servernya. Melalui Xeon 6 Plus, perusahaan ini tidak hanya menyiapkan prosesor untuk beban kerja yang makin berat, tetapi juga memperkenalkan produk data center pertamanya yang dibuat dengan proses manufaktur 18A.

Chip tersebut dibawa ke publik dalam ajang Computex 2026 di Taiwan. Intel menempatkannya untuk data center, edge computing, dan infrastruktur telekomunikasi yang sama-sama menghadapi tekanan komputasi lebih besar.

18A jadi pembeda utama

Xeon 6 Plus dibangun di atas node fabrikasi Intel 18A, yang disebut sebagai teknologi paling canggih milik Intel saat ini. Proses baru ini diarahkan untuk meningkatkan performa sekaligus efisiensi energi dibanding generasi sebelumnya.

Di atas kertas, prosesor ini mendukung hingga 288 E-core dalam satu chip. Intel juga menyiapkan konfigurasi satu hingga dua soket, dengan TDP maksimum 450 watt per CPU.

Untuk kebutuhan sistem, chip ini membawa 12 kanal memori DDR5 berkecepatan 8000 MT/s. Ada pula 96 jalur PCIe, 64 jalur CXL, dan cache tingkat akhir berkapasitas 576 MB.

Didesain untuk beban yang terus naik

Intel melihat kebutuhan CPU terus bertambah, bukan hanya dari aplikasi perusahaan dan basis data, tetapi juga cloud serta jaringan 5G yang sudah ada. Kevork Kechichian, Executive Vice President sekaligus General Manager Data Center Group Intel, menilai agentic AI menambah lapisan beban baru yang jauh lebih besar.

Agen AI yang bisa bekerja mandiri diperkirakan menghasilkan aktivitas komputasi jauh lebih tinggi daripada pola penggunaan saat ini. Karena itu, Intel memosisikan Xeon 6 Plus sebagai jawaban untuk infrastruktur server yang perlu kapasitas besar dan efisien di saat yang sama.

Kombinasi spesifikasi Xeon 6 Plus diarahkan untuk menjawab kebutuhan pusat data modern. Intel menilai persaingan prosesor server kini tidak lagi cukup hanya mengandalkan performa mentah.

Dukungan ekosistem server yang luas

Untuk mempercepat adopsi, Intel menggandeng banyak produsen server besar. Nama yang disebut antara lain Amax, ASRock, ASUS, Dell, Foxconn, Giga Computing, Gigabyte, HPE, Inventec, Lenovo, Mitac, MSI, Pegatron, QCT, dan Supermicro.

Keberadaan mitra yang luas dinilai penting agar implementasi produk baru bisa bergerak lebih cepat di berbagai sistem server dan pusat data. Intel berharap dukungan pasar seperti ini membantu Xeon 6 Plus masuk ke lebih banyak lingkungan komputasi.

Salah satu model yang disorot adalah Xeon 6990E+. Intel mengklaim prosesor itu mampu memberi performa rata-rata per thread hingga 1,3 kali lebih tinggi dibanding AMD Epyc 9965.

Intel juga menyebut rasio performa per thread per watt pada model tersebut naik hingga 1,3 kali lipat. Klaim ini memperlihatkan strategi Intel yang ingin menonjolkan efisiensi, bukan hanya kecepatan kerja.

Tekanan dari jaringan telekomunikasi

Kebutuhan serupa juga datang dari sektor telekomunikasi. Chief Technology Officer Ericsson untuk Asia Pasifik, Magnus Ewerbring, memperkirakan lalu lintas data dari perangkat menuju jaringan dapat meningkat 10 hingga 15 kali lipat dalam sepuluh tahun ke depan.

Ericsson menilai kebutuhan komputasi masa depan harus tetap efisien dan mudah diprediksi. Dalam pengujian pada lingkungan operasional nyata, Intel menyebut Ericsson mendapat peningkatan performa hingga 30 persen pada jumlah core yang sama.

Intel juga mengklaim performa per watt naik 60 persen dan konsumsi daya rak server turun 38 persen. Angka-angka tersebut menunjukkan arah pasar server yang makin menuntut efisiensi tanpa mengorbankan kinerja.

Dengan tekanan dari AI, cloud, dan jaringan telekomunikasi, Intel berupaya memperkuat posisinya lewat Xeon 6 Plus. Chip ini dipersiapkan sebagai opsi untuk pusat data yang membutuhkan performa tinggi sekaligus efisiensi daya dalam satu paket.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version