Penyelenggaraan Red Bull Cliff Diving World Series 2026 di Bali tidak hanya menarik perhatian karena aksi para penerjun dunia, tetapi juga karena pengamanan laut yang dibuat sangat ketat. Dari ketinggian 27 meter untuk putra dan 21 meter untuk putri, para atlet melompat langsung ke laut lepas, sehingga TNI Angkatan Laut menyiagakan rescue diver, pasukan Kopaska, armada khusus, dan dukungan Lanal Denpasar Bali.
Di balik suasana kompetisi yang tampak ringan bagi penonton, ada operasi kesiapan yang serius. Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, menyebut satu KRI Surabaya dan dua helikopter juga disiapkan untuk evakuasi medis bila diperlukan.
Ajang ini menempatkan Nusa Penida sebagai pusat perhatian olahraga ekstrem dunia. Dari Broken Beach, para atlet internasional meluncur dari tebing curam dengan latar ombak besar, Samudera Hindia, dan suasana budaya lokal yang kuat.
Debut Indonesia sebagai lokasi pembuka musim ke-17 seri ini langsung memberi Bali posisi baru di peta sport tourism premium. Kehadiran atlet dunia di lanskap alam yang dramatis membuat kompetisi ini juga berfungsi sebagai etalase destinasi.
Pilihan lokasi di Bali dinilai tidak lepas dari karakter alamnya. Bersama Oman, Indonesia masuk daftar lokasi spesial musim ini karena dianggap memiliki tebing alami yang ideal untuk olahraga yang menuntut keberanian dan presisi.
Sports Director Red Bull Cliff Diving, Orlando Duque, menilai Bali menawarkan kombinasi yang jarang ditemukan. Menurutnya, lokasi itu dekat dengan masyarakat sekaligus dekat dengan aksi, sehingga penonton bisa merasakan atmosfer kompetisi secara lebih langsung.
Sorotan utama tetap tertuju pada Broken Beach di Nusa Penida. Di titik ini, para atlet melakukan lompatan dari ketinggian hingga puluhan meter menuju laut terbuka, dengan pemandangan yang membuat setiap gerakan terlihat jelas di atas hamparan air luas.
Seri Indonesia juga menghadirkan arena berbeda di Air Terjun Kroya, Buleleng. Di sana, para atlet melakukan loncatan akrobatik dari pohon setinggi 20 hingga 21 meter menuju kolam alami sedalam lima meter.
Di sektor putra, Aidan Heslop dari Britania Raya menjadi pusat perhatian setelah menutup persaingan dengan total 419,85 poin. Ia membawa pulang trofi “Gates of Heaven” setelah menjalani pemulihan panjang akibat cedera dan operasi punggung.
Heslop sempat meraih nilai 9 dari juri pada ronde kedua sebelum mengambil alih posisi teratas lewat lompatan dari platform setinggi 27 meter. Pada lompatan terakhir dengan tingkat kesulitan 5,9, ia mengunci kemenangan dengan keunggulan sekitar 40 poin dari pesaing terdekatnya.
Di nomor putri, Rhiannan Iffland kembali menunjukkan dominasinya. Atlet Australia itu membuka musim 2026 dengan kemenangan setelah mengumpulkan total 345,55 poin di Bali.
Kemenangan tersebut mempertegas status Iffland sebagai juara bertahan sembilan musim beruntun. Bagi Bali, hasil itu sekaligus menandai awal yang kuat untuk persaingan sektor putri pada musim baru.
Unsur budaya lokal ikut memperkuat identitas penyelenggaraan. Sebelum para atlet melompat, digelar ritual matur piuning, sementara platform “Tri Loka” karya seniman lokal terinspirasi dari Garuda Wisnu, Bedawang Nala, dan Naga.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A. Made Anggia Widana, menyebut sports tourism menjadi fokus pengembangan pariwisata daerah. Ia menegaskan Bali ingin mengikuti tren wisata dunia tanpa meninggalkan kearifan lokal yang menjadi identitas utamanya.
Dengan lebih dari 3 miliar penonton Red Bull Cliff Diving sepanjang 2025, panggung di Nusa Penida memberi eksposur besar bagi Bali. Perpaduan alam ekstrem, prestasi atlet, pengamanan ketat, dan budaya lokal kini membuat Indonesia makin diperhitungkan sebagai destinasi sport tourism.
Source: www.viva.co.id




