Tarif Rp5.000 membuat KA Pariaman Ekspres tetap menonjol sebagai pilihan perjalanan yang ramah kantong di Sumatra Barat. Di tengah kebutuhan warga untuk bergerak cepat antarkawasan, layanan ini justru mencatat kenaikan penumpang yang terlihat jelas pada kuartal I 2026.
Kereta relasi Pauh Lima–Padang–Naras itu mengangkut 382.748 penumpang, naik 10,16 persen dibanding 347.459 pelanggan pada periode yang sama sebelumnya. Angka tersebut memperlihatkan bahwa moda rel jarak dekat masih punya tempat kuat, baik untuk aktivitas rutin maupun perjalanan santai ke wilayah pesisir.
Tarif murah masih jadi magnet utama
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menilai harga tiket Rp5.000 menjadi daya tarik yang paling mudah dirasakan masyarakat. Dengan biaya itu, penumpang bisa menempuh lintasan yang menghubungkan Padang dan Naras melalui sejumlah stasiun, termasuk Alai, Air Tawar, Tabing, dan Lubuk Alung.
Biaya yang rendah membuat kereta ini relevan bagi banyak kalangan. Layanan tersebut tidak hanya membantu pekerja dan pelajar, tetapi juga memberi opsi hemat bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan singkat tanpa beban pengeluaran besar.
Kebutuhan harian dan rekreasi ikut mendorong penggunaan
Pertumbuhan penumpang pada awal 2026 juga dibaca sebagai tanda bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat terus tinggi. Anne menyebut perjalanan jarak dekat kini makin lekat dengan rutinitas sehari-hari sekaligus agenda rekreasi pada akhir pekan.
Karakter lintasan KA Pariaman Ekspres mendukung pola itu. Jalur sepanjang 75 kilometer yang menghubungkan pusat Kota Padang dengan kawasan Pariaman dan Naras memberi kemudahan bagi warga yang ingin berpindah antardaerah dalam waktu relatif singkat.
Di sisi lain, relasi tersebut juga cocok untuk perjalanan santai. Kedekatan rutenya dengan wilayah pesisir membuat kereta ini kerap dipilih penumpang yang ingin menikmati suasana pantai tanpa harus menempuh perjalanan yang rumit.
Jadwal lebih rapat membantu pilihan perjalanan
Sejak penerapan Gapeka 2025, KA Pariaman Ekspres dijalankan lima perjalanan pulang pergi setiap hari. Pola operasi ini memberi ruang lebih luas bagi penumpang untuk menyesuaikan waktu berangkat dengan jam kerja, sekolah, maupun kegiatan lain.
Ketersediaan jadwal yang lebih padat ikut memperkuat daya tarik layanan. Dengan lebih banyak pilihan waktu, perjalanan dari wilayah perkotaan ke pesisir menjadi terasa lebih efisien dan praktis bagi kebutuhan harian maupun wisata singkat.
KAI menilai penguatan layanan seperti ini penting untuk menjaga posisi transportasi rel di kawasan tersebut. Frekuensi yang rapat dan rute yang strategis membuat kereta lokal ini tetap relevan di tengah perubahan pola perjalanan masyarakat.
Akses ke pantai ikut menambah minat
Pantai Gandoriah termasuk salah satu tujuan yang ikut menumbuhkan minat penumpang, terutama saat akhir pekan dan masa libur singkat. Akses yang dekat dengan jalur kereta memberi keuntungan bagi warga yang ingin berwisata dengan biaya rendah dan waktu tempuh yang ringkas.
Kondisi itu juga mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Bagi banyak penumpang, KA Pariaman Ekspres menawarkan cara bepergian yang sederhana, hemat, dan sesuai dengan kebutuhan perjalanan singkat di kawasan pesisir Sumatra Barat.
Di saat yang sama, KAI terus memantau preferensi pelanggan dan menghimpun masukan secara berkala. Fokus pengembangan tetap diarahkan pada ketepatan waktu, kemudahan akses, dan konektivitas antardaerah agar layanan ini tetap sejalan dengan kebutuhan penumpang.





