Google mencoba masuk ke pasar wearable kesehatan dengan cara yang berbeda lewat Fitbit Air. Alih-alih mengikuti tren jam pintar penuh layar, perangkat ini justru tampil sebagai gelang kebugaran tanpa layar yang menempatkan pemantauan tubuh di depan, bukan notifikasi.
Langkah itu langsung membedakan Fitbit Air dari banyak perangkat modern lain yang sibuk menawarkan interaksi visual. Data kesehatan tidak muncul di pergelangan tangan, melainkan lewat aplikasi Google Health di ponsel, sehingga perangkat tetap dipakai sepanjang hari tanpa gangguan tampilan.
Tanpa langganan bulanan
Daya tarik lain dari Fitbit Air ada pada model pemakaiannya. Google tidak mewajibkan biaya langganan bulanan setelah masa uji coba gratis Google Health Premium selama tiga bulan untuk pengguna baru.
Pendekatan ini jelas menjadi pembeda di tengah pasar wearable yang kerap mengikat pengguna dengan biaya rutin. Bagi mereka yang ingin memantau kesehatan tanpa beban langganan seperti yang identik dengan Whoop, strategi Google terasa lebih sederhana.
Dirancang untuk dipakai terus-menerus
Google menempatkan Fitbit Air sebagai perangkat yang cocok dipakai sepanjang hari. Perusahaan menggambarkannya sebagai gelang yang “duduk diam” di pergelangan tangan agar pengguna tetap fokus pada aktivitas.
Karena itu, prioritasnya bukan interaksi cepat lewat layar, melainkan pelacakan kesehatan 24/7. Posisi ini membuat Fitbit Air lebih dekat ke kategori fitness tracker khusus daripada smartwatch konvensional.
Sensor lengkap meski tanpa layar
Walau tampil minimalis, perangkat ini membawa sejumlah sensor yang cukup lengkap untuk kelasnya. Fitbit Air memiliki pemantau detak jantung optik, akselerometer 3-sumbu dengan giroskop, sensor merah dan inframerah untuk SpO2, sensor suhu perangkat untuk variasi suhu kulit di aplikasi Google Health, serta motor getar.
Kemampuannya mencakup pemantauan detak jantung sepanjang hari, ritme jantung dengan peringatan Afib, SpO2, detak jantung saat istirahat, variabilitas detak jantung, dan pelacakan tahap tidur. Google juga menyiapkan penyimpanan internal untuk 7 hari data gerakan detail per menit, 1 hari data olahraga, total harian selama 30 hari terakhir, serta data detak jantung dengan interval 2 detik.
Ringan, ringkas, dan tahan air
Secara fisik, Fitbit Air dibuat kecil dan ringan. Ukurannya tanpa band adalah 34.9 mm x 17 mm x 8.3 mm, dengan bobot 5.2 gram tanpa band dan 12 gram saat dipasangkan dengan band.
Perangkat ini juga memiliki ketahanan air hingga 50 meter, sehingga tetap aman dipakai dalam berbagai kondisi harian. Bahan bodinya memakai recycled polycarbonate dan PBT, sementara band menggabungkan tekstil dengan stainless steel.
Pilihan band dan dukungan perangkat
Google menyediakan dua opsi band, yaitu “Active” dan “Elevated”. Pilihan warnanya mencakup Obsidian, Berry, Lavender, dan Fog, dengan desain berbahan kain yang sekilas memang mengingatkan pada Whoop.
Untuk kompatibilitas, Fitbit Air mendukung Android 11.0 atau lebih tinggi serta Apple iOS 16.4 atau lebih tinggi. Pre-order sudah dibuka, dan perangkat ini dijadwalkan tersedia di toko pada 26 Mei.
Soal daya, Google mengklaim Fitbit Air bisa bertahan hingga 7 hari dalam sekali isi ulang. Pengisian penuh dari 0 hingga 100 persen membutuhkan sekitar 90 menit, dengan baterai lithium-polymer yang mendukung pemakaian 24/7 tanpa terlalu sering dilepas dari pergelangan tangan.
Dengan harga mulai $99.99, Fitbit Air memperlihatkan upaya Google menawarkan perangkat kesehatan yang lebih ringan, minim distraksi, dan tidak bergantung pada langganan bulanan.
Source: www.androidpolice.com




