Suarakan 21 Tuntutan, Ribuan Buruh Jatim Desak Akhiri Upah Murah Dan Pajak Pesangon

Tuntutan soal upah murah dan pajak pesangon kembali mencuat saat ribuan buruh dari berbagai daerah industri di Jawa Timur memadati depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan Nomor 110, Surabaya. Aksi May Day itu berlangsung dengan sorak protes, poster satir, dan orasi yang menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan masih menjadi perhatian besar di kalangan pekerja.

Massa mulai berkumpul sekitar pukul 15.03 WIB dengan memakai seragam serikat masing-masing. Mereka datang dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Tuban, Probolinggo, Jombang, Jember, Banyuwangi, hingga Lumajang.

Sejak awal, pesan yang dibawa para buruh terlihat jelas lewat tulisan di poster. Di antaranya ada seruan “THR (Tunjangan Hari Raya) itu Hak Buruh, Bukan Hakmu”, “Stop Pajak Pesangon, Rakyat Butuh Makan, Bukan Potongan”, dan “Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah”.

Nada kritik juga tampak dari poster-poster satir yang ikut diangkat dalam aksi itu. Tulisan seperti “Upah Kini Seperti Nyawamu, Murah!” dan “Buruh Bayar PPh Pakai Keringat, Penguasa Makan Nikmat” mempertegas penolakan mereka terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada pekerja.

Wakil Sekretaris DPW FSPMI Provinsi Jawa Timur, Nuruddin Hidayat, menjelaskan bahwa massa lebih dulu melakukan long march dari BG Junction Mall, Jalan Bubutan. Menurut dia, May Day menjadi agenda tahunan untuk menagih komitmen pemerintah agar tidak berhenti pada janji.

Dalam peringatan May Day 2026, buruh Jawa Timur membawa 21 tuntutan yang mencakup isu nasional dan daerah. Di tingkat nasional, mereka menyoroti penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, dan perlindungan pekerja digital.

Di tingkat daerah, dorongan mereka mengarah pada langkah yang lebih konkret dari pemerintah. Sejumlah poin yang diminta antara lain penyediaan rumah murah, pengawasan praktik outsourcing, penegakan UMK, dan pembentukan satgas pencegahan PHK.

Aksi di Surabaya ini juga menunjukkan kuatnya konsolidasi serikat buruh di Jawa Timur. Kehadiran massa dari banyak daerah industri memperlihatkan bahwa isu upah murah dan pajak pesangon bukan hanya keluhan lokal, melainkan persoalan yang dirasakan luas oleh pekerja.

Di tengah kerumunan besar itu, para buruh menegaskan kembali fokus utama mereka pada perlindungan pendapatan dan kepastian kerja. Mereka ingin pemerintah daerah dan pusat merespons tuntutan tersebut dengan langkah nyata, bukan sekadar janji yang berulang setiap peringatan Hari Buruh.

Source: www.jawapos.com
Exit mobile version