Valve sedang memperluas peran SteamOS di luar Steam Deck, dan langkah itu mulai terasa makin nyata lewat dukungan yang lebih luas untuk perangkat handheld pihak ketiga. Melalui SteamOS 3.8.6 beta, sistem operasi ini kini mulai mengakomodasi kontroler pada sejumlah PC gaming genggam dari merek lain, termasuk MSI Claw dan OneXPlayer.
Perubahan ini penting karena pasar handheld PC masih didominasi pertarungan antara SteamOS dan Windows 11. Selama ini, banyak perangkat non-Steam Deck lebih sering berjalan dengan Windows, sehingga peningkatan kompatibilitas dari Valve menjadi sinyal bahwa SteamOS ingin tampil sebagai pilihan yang lebih siap dipakai di luar ekosistem Steam Deck.
Valve merilis SteamOS 3.8.6 beta lewat kanal resmi Steam Deck dengan nama “Second Clutch”. Fokus utamanya ada pada dukungan kontrol untuk handheld yang lebih beragam, bukan hanya untuk perangkat buatan Valve sendiri.
Daftar perangkat yang mendapat dukungan controller cukup panjang. Valve menyebut MSI Claw A1M, MSI Claw 7 AI+ A2VM, MSI Claw 8 AI+ A2VM, dan MSI Claw A8 BZ2EM sebagai model yang kini masuk cakupan dukungan tersebut. Dukungan serupa juga hadir untuk OneXPlayer APEX serta seri OneXPlayer X1.
Valve juga menyebut SteamOS akan bekerja lebih baik dengan perangkat berbasis AccelGyro3D. Contoh yang disebut adalah Legion Go 1 dan MSI Claw A1M, yang menunjukkan kompatibilitasnya terus diperluas ke lebih banyak model handheld.
Bagi pengguna perangkat genggam, dukungan kontrol seperti ini punya dampak besar karena pengalaman bermain sangat bergantung pada tombol, stik, dan pemetaan input yang stabil. Tanpa pengaturan yang mulus, perangkat bertenaga tinggi pun bisa terasa kurang nyaman saat dipakai bermain.
Di saat yang sama, langkah ini menegaskan bahwa SteamOS tidak lagi hanya berpusat pada Steam Deck. Valve tampak ingin menjadikannya sistem yang lebih relevan untuk perangkat handheld pihak ketiga, terutama ketika Windows 11 masih menjadi pilihan utama di banyak model pasar.
SteamOS 3.8.6 beta juga membawa beberapa perbaikan teknis yang tidak kalah penting. Salah satunya adalah perbaikan masalah WiFi yang sebelumnya bisa menurun performanya setelah perangkat masuk mode tidur atau disambungkan ulang secara manual.
Valve turut memperbaiki sensitivitas trackpad yang terlalu tinggi pada beberapa model awal Steam Deck LCD. Perubahan ini terlihat kecil, tetapi sangat berpengaruh pada navigasi menu dan penggunaan di mode desktop maupun saat bermain.
Ada pula peningkatan kecepatan untuk pembaruan sistem operasi berikutnya ketika menggunakan koneksi berkecepatan tinggi. Artinya, proses update di masa depan diharapkan bisa berjalan lebih singkat bagi pengguna dengan jaringan yang cepat.
Dukungan screencast di Game Mode juga ikut ditingkatkan. Valve memberi contoh penggunaan seperti OBS dan Discord, yang menunjukkan perhatian pada kebutuhan streaming, berbagi layar, dan komunikasi saat bermain.
Selain itu, pembaruan ini membawa perubahan pada firmware controller Steam Deck. Progres pembaruan kini akan tampil di splash screen, sehingga pengguna bisa memantau status proses dengan lebih jelas.
Valve juga mengaktifkan kembali Bluetooth Wake untuk Steam Deck LCD. Fitur ini memungkinkan perangkat dibangunkan melalui koneksi Bluetooth dan menambah kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari.
Saat ini SteamOS 3.8.6 masih tersedia di kanal beta. Pengguna yang ingin mencobanya bisa masuk ke Settings, lalu System, kemudian memilih System Update Channel di SteamOS.
Dengan dukungan yang kini meluas ke MSI Claw, OneXPlayer, perangkat berbasis AccelGyro3D, dan model Asus tertentu, SteamOS terlihat semakin percaya diri menantang dominasi Windows 11 di segmen handheld PC. Valvetampaknya sedang membangun fondasi yang lebih serius agar sistem operasinya benar-benar bisa dipakai luas di luar Steam Deck.
Source: www.xda-developers.com