Bagi SpaceX, penerbangan Starship berikutnya bukan sekadar uji coba biasa. Misi ini akan menjadi langkah awal bagi Starship Version 3, varian yang disiapkan untuk orbit, pengiriman satelit komersial, transfer bahan bakar di luar angkasa, hingga misi menuju Bulan dan Mars.
Fokus utama uji terbang ini ada pada seberapa jauh desain baru itu mampu mendekati target yang lebih ambisius: roket yang lebih kuat, lebih tahan lama, dan lebih siap dipakai ulang. SpaceX juga membuka kemungkinan bahwa misi ini tidak akan berjalan mulus, karena kendaraan memang didorong sampai batas kemampuannya untuk mengumpulkan data.
Perubahan besar di tahap pendorong dan roket utama
Pembeda paling mencolok ada pada tahap Super Heavy. Tiga puluh tiga mesin Raptor di tahap itu kini menghasilkan 551.000 pon dorong di permukaan laut, naik dari 507.000 pon, untuk membantu Starship mencapai low-Earth orbit.
Peningkatan dorong ini penting karena SpaceX menargetkan kemampuan membawa lebih dari 100 ton muatan ke LEO. Kapasitas tersebut akan membuka ruang untuk pengiriman klaster Starlink yang lebih besar dan muatan berat lain di masa depan.
Super Heavy juga tidak lagi memakai empat sirip seperti sebelumnya. Versi baru ini menggunakan tiga sirip yang lebih besar, lebih kuat, dan memiliki titik tangkap baru untuk lengan “chopstick” di Starbase.
Di sisi atas, sistem propulsi Starship mendapat desain ulang total. Perubahan itu ditujukan untuk menambah daya tahan, meningkatkan volume bahan bakar, memperbaiki sistem kendali reaksi, mengurangi kebocoran bahan bakar, dan mendukung sistem penyalaan Raptor yang baru.
Apa yang dicoba dalam penerbangan ini
Salah satu momen penting dalam misi ini adalah pelepasan 22 simulator Starlink setelah tahap atas terpisah dari Super Heavy. Simulator itu dibuat untuk meniru satelit generasi berikutnya milik SpaceX, dan dispenser bergaya PEZ juga sudah diperbarui agar pelepasannya lebih cepat.
Dua simulator bahkan akan memindai pelindung panas Starship dan mengirim gambar kembali ke Bumi. Data ini dipakai untuk menilai kondisi heat shield di orbit sebelum tim memutuskan apakah kendaraan layak dicoba lagi ditangkap di launch pad.
SpaceX juga memberi perlakuan khusus pada ubin pelindung panas untuk menguji performanya di luar angkasa. Sebagian ubin dicat putih, sementara satu ubin sengaja dilepas agar tim bisa mengukur beban aerodinamis pada ubin di sekitarnya saat reentry.
Menjelang splashdown, kapal akan menjalankan manuver yang memberi tekanan maksimum pada sirip belakang. Tahap ini menjadi bagian dari rangkaian pengujian untuk melihat sejauh mana sistem bisa dipakai ulang.
Mengapa kali ini booster tidak ditangkap
Berbeda dari beberapa penerbangan sebelumnya, SpaceX tidak akan mencoba menangkap Super Heavy di Starbase, Texas. Booster akan dibalik setelah terpisah dari Starship, lalu menyalakan mesin untuk pendaratan di atas Teluk Meksiko sebelum jatuh ke laut.
Langkah ini memberi ruang untuk pengumpulan data tanpa menambah kompleksitas yang terlalu tinggi. SpaceX juga memperkirakan kamera V3 akan memberi sekitar 50 sudut pandang berbeda terhadap kendaraan sepanjang misi.
Dampaknya bagi program Bulan dan operasi berikutnya
Starship Version 3 dipandang penting karena menjadi dasar untuk misi orbital, pengiriman Starlink komersial, dan reusabilitas penuh. SpaceX ingin roket ini bisa diputar ulang dalam hitungan hari atau jam, bukan minggu atau bulan, sehingga frekuensi peluncuran harus meningkat tajam.
Penerbangan ini juga terkait langsung dengan rencana NASA. Varian Starship Human Landing System sedang dievaluasi untuk Artemis IV, yang direncanakan menjadi pendaratan lunar pertama NASA sejak era Apollo.
SpaceX dan NASA menilai akan dibutuhkan beberapa penerbangan tanker dalam jumlah rendah hingga dua digit untuk mengisi depot bahan bakar orbital. Setelah itu, Starship HLS akan mengisi bahan bakar di orbit sebelum melanjutkan perjalanan ke Bulan.
Dari sisi jadwal, penerbangan ke-12 ini akan menjadi penerbangan pertama SpaceX pada 2026 setelah dua misi pada 2023, empat pada 2024, dan lima pada tahun lalu. SpaceX juga menyebut sedang menjajaki lokasi peluncuran internasional, sementara FAA telah memberi lampu hijau untuk peningkatan peluncuran tahunan di Starbase dari lima menjadi 25.





