Stablecoin Makin Dilirik Saat Pasar Guncang, Circle Cetak Pendapatan Lebih Tinggi

Di tengah pasar kripto yang masih tidak menentu, investor justru semakin mencari aset yang dianggap lebih aman, dan kondisi itu memberi dorongan besar bagi Circle. Permintaan terhadap USDC naik saat sebagian pelaku pasar menghindari aset berisiko, sehingga pendapatan perusahaan ikut terdorong.

Tekanan di pasar juga terlihat dari kinerja Coinbase pada pekan lalu, ketika volume perdagangan menurun meski bursa itu memiliki hubungan strategis dengan Circle. Situasi ini menegaskan bahwa minat investor tidak mengalir merata ke seluruh aset kripto, melainkan cenderung menuju instrumen yang dipatok ke dolar.

Dorongan dari regulasi dan minat pasar

USDC mendapat keuntungan tambahan dari lingkungan regulasi yang makin jelas di dua pasar besar. Peluncuran MiCA di Eropa dan pengesahan GENIUS Act di AS memberi dukungan bagi stablecoin yang dipatok ke dolar.

Dalam lanskap itu, USDC tetap berada di posisi stabil sebagai stablecoin terbesar kedua di dunia berdasarkan nilai pasar, hanya berada di bawah Tether. Peredarannya naik 28% dibandingkan tahun sebelumnya dan mencapai $77 miliar pada akhir kuartal pertama.

Kenaikan tersebut langsung tercermin pada kinerja Circle. Pada periode yang sama, total revenue dan reserve income perusahaan tumbuh 20% menjadi $694 juta.

Bisnis yang mengikuti arah suku bunga

Kekuatan utama bisnis Circle masih bertumpu pada hasil bunga dari cadangan yang menopang tokennya. Dana itu ditempatkan di deposito bank dan surat utang AS jangka pendek, sehingga pendapatan perusahaan sangat peka terhadap perubahan kebijakan Federal Reserve.

Pemangkasan suku bunga pada akhir 2025 disebut ikut memberi manfaat bagi perusahaan. Meski begitu, manajemen menegaskan Circle tetap harus siap melewati berbagai siklus suku bunga, dan CFO Jeremy Fox-Green mengatakan perusahaan sedang dibangun untuk hidup melalui berbagai siklus rate.

Optimisme investor belum surut

Sikap pasar terhadap Circle juga masih positif. Andrew Rocco, stock strategist di Zacks Investment Research, menilai dari perspektif jangka panjang sulit untuk bersikap bearish terhadap Circle Group.

Ia juga melihat stablecoin sebagai salah satu tema besar dalam keuangan untuk beberapa tahun ke depan. Pasar ini dinilai berpotensi berkembang menjadi industri bernilai triliunan dolar.

Respons investor tercermin pada pergerakan saham Circle. Saham perusahaan itu ditutup di level $113.67 pada Jumat, naik sekitar 43% sejak awal tahun dan lebih dari tiga kali harga IPO sebesar $31.

Circle sendiri melantai di New York Stock Exchange dengan debut yang kuat pada tahun lalu. Keberhasilan awal itu ikut membuka jalan bagi perusahaan serupa untuk mencoba peruntungan di pasar publik, seiring meningkatnya perhatian terhadap stablecoin sebagai infrastruktur pembayaran dan penyimpanan nilai.

Exit mobile version