Ketenangan menjadi pembeda utama Surabaya Samator saat menghadapi Jakarta Garuda Jaya dalam laga perebutan tempat ketiga Proliga di GOR Amongrogo, Yogyakarta. Lewat permainan yang lebih stabil dari awal sampai akhir, Samator menutup pertandingan dengan kemenangan tiga set langsung dan memastikan diri meraih peringkat ketiga sektor putra.
Hasil itu tidak lahir dari kebetulan. Samator tampil efisien dalam menerima tekanan, menjaga blok tetap rapat, dan mengalirkan serangan dengan tempo cepat sehingga Garuda Jaya sulit keluar dari tekanan sepanjang pertandingan. Dalam duel penentuan ini, kontrol permainan lebih sering berada di tangan tim asal Surabaya.
Samator langsung memegang kendali
Sejak set pertama, Samator memperlihatkan kesiapan yang lebih rapi. Mereka segera mengambil inisiatif, menekan lawan dari awal, lalu menjaga keunggulan sampai menutup set pertama dengan skor 25-19.
Garuda Jaya sempat berusaha merespons, tetapi tidak banyak ruang yang bisa dimanfaatkan. Kesalahan dari Samator juga sangat minim, sehingga arus permainan terus menguntungkan mereka dan membuat lawan kesulitan mengembangkan pola serangan.
Produktivitas serangan berjalan efektif
Di sektor penyerangan, Samator mengandalkan Lyvan Taboada dan Jordan Susanto sebagai tumpuan utama. Keduanya tampil efektif saat memanfaatkan peluang yang muncul, sementara kerja sama tim membuat alur serangan tetap terjaga.
Kerapian itu membuat Samator leluasa mengatur ritme permainan. Garuda Jaya yang bergantung pada Dawuda dan Fauzan Nibras terus tertahan dalam upaya mengejar intensitas lawan, karena respons mereka belum cukup konsisten untuk menandingi stabilitas Samator.
Tekanan berlanjut di set kedua
Masuk ke set kedua, pola pertandingan tidak banyak berubah. Samator kembali memegang kontrol penuh dan terus membatasi ruang gerak Garuda Jaya agar tidak bisa membangun serangan secara nyaman.
Dalam situasi seperti itu, Samator terlihat lebih matang saat bertahan maupun menyerang. Mereka menjaga tempo tetap tinggi, lalu memaksa Garuda Jaya mengikuti irama permainan yang sudah ditetapkan sejak awal laga.
Garuda Jaya sempat membuat laga lebih ketat
Set ketiga menjadi bagian paling kompetitif dalam pertandingan ini. Garuda Jaya tampil lebih agresif dan sempat bangkit lewat permainan yang dipimpin Putra Bagus, sehingga jalannya laga menjadi lebih seimbang dibanding dua set sebelumnya.
Namun, Samator tidak kehilangan fokus saat tekanan meningkat. Pengalaman para pemain mereka terlihat jelas pada momen-momen penting, karena tim ini tetap tenang, memanfaatkan peluang yang ada, lalu menutup set terakhir dengan skor 25-20.
Kemenangan tiga set langsung tersebut memastikan Samator mengamankan gelar juara ketiga Proliga 2026. Hasil itu sekaligus menegaskan bahwa dua kemenangan yang mereka raih dalam rangkaian perebutan peringkat tiga cukup untuk mengunci posisi di podium akhir sektor putra.
Prestasi Samator di GOR Amongrogo juga menunjukkan pentingnya konsistensi dalam pertandingan penentuan. Blok yang rapat, transisi serangan yang efisien, serta minimnya kesalahan sendiri membuat mereka tampil lebih disiplin dan lebih stabil dibanding lawan di duel perebutan tempat ketiga tersebut.
Source: www.viva.co.id