SPMB Jabar 2026 Dimulai Dari Pemetaan, Wali Murid Dapat Kepastian Lebih Cepat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan SPMB 2026 dengan alur yang lebih cepat membaca data calon murid sejak awal. Pola baru ini membuat proses penerimaan tidak lagi menunggu terlalu lama, karena sistem langsung memproses pemetaan setelah peserta mengunggah data dan dokumen yang diminta.

Langkah tersebut dipakai untuk memberi kepastian lebih dini kepada wali murid. Pemprov Jabar juga ingin mengurangi keresahan yang kerap muncul setiap kali masa penerimaan siswa baru berlangsung.

Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai pada Senin, 18 Mei 2026. Kick Off Sosialisasi SPMB digelar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III di SMA Negeri 1 Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, dengan kehadiran unsur kepolisian, perwakilan dinas pendidikan, dan kepala sekolah setempat.

Wakil Koordinator SPMB Jabar 2026, Dr Dian Peniasiani, menjelaskan bahwa tahap awal bukan sekadar pendataan calon peserta didik. Setelah data disubmit, sistem langsung menyeleksi berdasarkan zonasi dan kelengkapan dokumen yang diunggah peserta.

Peserta yang lolos pemetaan tidak perlu mengikuti proses yang panjang di tahap awal. Mereka hanya perlu melakukan daftar ulang sesuai jalur yang dipilih.

Jalur prestasi dan mutasi masuk daftar ulang SPMB tahap 1. Sementara itu, jalur domisili dan afirmasi mengikuti daftar ulang tahap 2.

Hasil pemetaan calon murid akan diumumkan pada 12 Juni 2026. Peserta yang belum lolos pada fase awal tetap memiliki kesempatan mendaftar kembali melalui SPMB reguler tahap 1 dan tahap 2.

Jadwal dibuat lebih awal

Penerapan pola baru ini juga diikuti jadwal administrasi yang sudah disusun sejak dini. Distribusi akun digital bagi calon peserta didik dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 22 Mei 2026.

Setelah itu, penginputan peminatan dibuka pada 25 Mei untuk Sekolah Maung. Untuk sekolah reguler di tiap kabupaten dan kota, penginputan peminatan dimulai pada 29 Mei.

Tahap pemetaan calon murid baru berlangsung lewat input data dan verifikasi pada 29 Mei hingga 8 Juni 2026. Setelah itu, pengumuman kelulusan pemetaan dilakukan pada 12 Juni 2026.

SPMB Jabar tahap 1 kemudian dimulai dengan registrasi dan verifikasi pada 15 hingga 19 Juni 2026. Pengumuman kelulusan dijadwalkan pada 24 Juni 2026, lalu daftar ulang berlangsung pada 26 hingga 29 Juni 2026.

Tahap 2 dijalankan melalui registrasi dan verifikasi pada 30 Juni hingga 6 Juli 2026. Pengumuman kelulusan tahap ini dijadwalkan pada 10 Juli 2026, sedangkan daftar ulang dilakukan pada 13 hingga 14 Juli 2026.

Dorongan agar proses lebih tertib

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang setara untuk mengakses fasilitas pendidikan terbaik di wilayahnya. Ia meminta pelaksanaan SPMB 2026 berjalan tertib, bersih, berpihak pada peserta didik, dan mudah diakses dengan aturan yang jelas.

Erwan menilai koordinasi yang matang dibutuhkan agar penerimaan murid baru tidak memunculkan keresahan di masyarakat. Ia berharap SPMB menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan di Jawa Barat.

Pemprov Jabar menyebut sistem baru ini disiapkan agar wali murid dan tenaga pendidik mendapat kepastian lebih cepat. Pemerintah provinsi juga ingin mengevaluasi dan membenahi skema penerimaan supaya potensi konflik tahunan bisa ditekan.

Erwan bahkan menyebut diharapkan tidak ada lagi protes atau demonstrasi ke sekolah dalam proses penerimaan tahun ini. Ia menegaskan seluruh siswa SMP atau sederajat akan mendapat akses melanjutkan pendidikan ke SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat.

Purwanto menyampaikan total daya tampung sekolah tingkat menengah atas di Jawa Barat tahun ini berada di atas jumlah kelulusan siswa SMP sederajat. Ia menyebut secara kapasitas, seluruh siswa masih bisa tertampung jika masuk ke SMA, SMK, dan MA.

Dengan kapasitas yang dinilai mencukupi, mekanisme pemetaan sejak awal diarahkan untuk membuat proses penerimaan lebih tertib dan terukur. Pemprov Jabar juga ingin memastikan akses pendidikan tetap terbuka dan tidak terkendala biaya bagi anak-anak di Jawa Barat.

Source: www.pojokpapua.id
Exit mobile version