Sonny Stevens Jadi Pembeda, Dewa United Akhiri Rekor Tak Terkalahkan Persijap di Serang

Sonny Stevens menjadi salah satu pembeda ketika Dewa United menahan tekanan Persijap Jepara dan mengamankan kemenangan 1-0 di Banten International Stadium, Serang. Aksi kiper Dewa United itu pada masa injury time memastikan timnya pulang dengan tiga poin setelah laga pekan ke-30 Super League berjalan ketat hingga menit terakhir.

Hasil tersebut sekaligus menghentikan rekor delapan laga tak terkalahkan Persijap. Bagi Dewa United, kemenangan tipis ini terasa penting karena menjaga langkah mereka di persaingan liga dan memperpanjang catatan tanpa kalah menjadi enam pertandingan beruntun.

Penalti yang menentukan jalannya laga

Gol kemenangan Dewa United lahir dari titik putih pada babak kedua. Situasi itu terjadi setelah sepakan Egy Maulana Vikri mengenai tangan Wahyudi Hamisi di area terlarang dan wasit langsung menunjuk titik putih.

Alex Martins maju sebagai eksekutor dan menuntaskan tugasnya dengan baik. Bola sepakannya masuk pada menit ke-55, membuat Dewa United unggul 1-0 dan mengubah arah pertandingan yang sejak awal berlangsung seimbang.

Setelah tertinggal, Persijap meningkatkan tempo serangan. Tim tamu berusaha mengejar gol balasan dengan lebih agresif, sementara Dewa United tetap menjaga struktur permainan agar tidak mudah ditembus.

Persijap sempat memberi ancaman

Laga ini memang tidak berjalan mudah bagi kedua tim. Persijap datang dengan komposisi yang disebut terbaik, termasuk Diogo Brito dan Wahyudi Hamisi, dan beberapa kali mencoba menekan lewat serangan cepat.

Peluang awal Persijap sempat hadir melalui Carlos Franca, tetapi bola belum mengarah tepat ke sasaran. Di sisi lain, Dewa United tidak tampil terlalu dominan pada fase awal, namun tetap berupaya menjaga ritme permainan agar tidak kehilangan kendali.

Jan Olde Riekerink sebelumnya menegaskan pentingnya pelajaran dari laga melawan Madura United FC. Ia menilai timnya harus lebih disiplin dalam menjalankan rencana permainan supaya tidak kembali tertekan sejak awal.

Tekanan akhir Persijap gagal mengubah skor

Upaya Persijap untuk mencari gol penyeimbang terus berlanjut hingga menit-menit akhir. Salah satu ancaman datang lewat sepakan voli Iker Guarrotxena pada menit ke-79, tetapi peluang itu belum membuahkan hasil.

Drama terbesar muncul pada menit ke-90+6 saat Persijap mendapat penalti. Carlos Franca mengambil tanggung jawab sebagai penendang, tetapi Sonny Stevens tampil sigap dengan menepis bola tersebut.

Stevens juga berhasil menggagalkan bola rebound, sehingga peluang Persijap untuk menyamakan kedudukan benar-benar tertutup. Aksi itu menjadi penentu penting yang menjaga keunggulan Dewa United sampai peluit akhir dibunyikan.

Dampak pada klasemen dan susunan tim

Tambahan tiga poin membuat Dewa United mengoleksi 44 poin. Hasil ini menjaga momentum positif tim asuhan Jan Olde Riekerink di tengah ketatnya persaingan liga.

Persijap harus menerima akhir dari rangkaian delapan laga tanpa kekalahan mereka. Meski sempat memberikan perlawanan kuat dan menekan di fase akhir, mereka tidak mampu memaksakan hasil imbang di Serang.

Dewa United tampil dengan formasi 4-3-3 melalui Sonny Stevens di bawah mistar, lalu Perreira, Kuipers, Wahyu P, dan Alta Ballah di lini belakang. Hugo Gomes, Ivar Jenner, dan Kambuaya mengisi lini tengah, sedangkan Messidoro, Alex Martins, dan Noah Sadaoui menjadi tumpuan serangan.

Persijap memakai formasi 4-2-3-1 dengan Sendri Johansah sebagai penjaga gawang. Lini belakang diisi Rahmat, Jose Tiri, Diogo Brito, dan Najeeb, sementara Hamisi, Borja M, Rendi S, Borja H, dan G. Franca menopang serangan di belakang Abdallah Sudi.

Exit mobile version