Bagi banyak pembeli, daya tahan baterai sering jadi pembeda utama saat memilih smartwatch. Di kelas Rp2 jutaan, opsi yang tersedia ternyata bukan hanya soal tampilan keren, tetapi juga paket fitur yang sudah mendekati perangkat premium.
Menariknya, di rentang harga ini pengguna sudah bisa menemukan layar AMOLED terang, pemantauan kesehatan yang lengkap, GPS ganda, hingga material bodi yang terasa mewah. Karena itu, kategori ini menjadi salah satu titik paling masuk akal bagi yang ingin smartwatch lengkap tanpa harus naik ke harga belasan juta rupiah.
Pilihan yang kuat untuk kebutuhan berbeda
Setiap model di kelas ini membawa keunggulan masing-masing, sehingga pilihan terbaik sangat bergantung pada kebutuhan pengguna. Ada yang lebih fokus ke desain premium, ada yang menonjol untuk pelari, dan ada juga yang dibuat untuk aktivitas luar ruang.
Huawei Watch Fit 4 Pro masuk ke kelompok yang menonjol di sisi kesehatan dan gaya. Smartwatch ini memakai layar AMOLED 1,82 inci dengan Sapphire Glass, tingkat kecerahan hingga 3.000 nits, serta TrueSense System untuk memantau detak jantung, oksigen darah, kualitas tidur, dan siklus menstruasi.
Perangkat ini juga punya nilai tambah untuk pengguna golf. Dukungan golf profesionalnya mencakup database lebih dari 15.000 lapangan di seluruh dunia.
Untuk olahraga dan aktivitas luar ruang
OPPO Watch X membawa pendekatan berbeda lewat bodi stainless steel setebal 8,9 mm. Layarnya menggunakan panel AMOLED 1,46 inci dengan kecerahan hingga 3.000 nits, lalu ada fitur 60-Second Wellness Overview yang merangkum kondisi kesehatan dalam satu menit.
Untuk olahraga, OPPO Watch X menyediakan lebih dari 100 mode latihan dan Dual-Band GPS. Fitur Bluetooth Calling juga membuat pengguna bisa menerima panggilan langsung dari pergelangan tangan.
Garmin Forerunner 165 lebih cocok untuk pelari yang menginginkan perangkat ringan dan praktis. Smartwatch ini memakai layar AMOLED 1,2 inci, tombol fisik, dan layar sentuh untuk memudahkan navigasi saat berlari.
Daya tarik utamanya ada pada Race Adaptive Training Plans yang memberi rekomendasi latihan sesuai kemampuan pengguna. Garmin juga membekalinya dengan Pulse Ox, Sleep Score, Sleep Monitoring, Nap Detection, dan Music Storage.
Kinerja, navigasi, dan daya tahan
Xiaomi Watch 2 hadir dengan fokus pada performa yang lebih responsif di kelasnya. Perangkat ini memakai chipset Snapdragon W5+ Gen 1, RAM 2 GB, dan memori internal 32 GB.
Layar AMOLED 1,43 inci beresolusi tinggi memberi tampilan yang rapi dan klasik. Untuk olahraga, smartwatch ini mendukung lebih dari 160 mode aktivitas dan memakai L1+L5 GNSS agar akurasi lokasi lebih baik.
Amazfit Active Max menjadi salah satu yang paling menonjol untuk pengguna yang memprioritaskan baterai. Dengan baterai 658 mAh, perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga 25 hari dalam penggunaan normal.
Bobotnya hanya 39,5 gram dengan bodi aluminium dan polimer, sehingga tetap nyaman dipakai harian. Layarnya berukuran 1,5 inci, memakai panel AMOLED, dan memiliki tingkat kecerahan hingga 3.000 nits.
Opsi yang lebih serius untuk outdoor dan desain mewah
Mibro GS Pro 2 menyasar pengguna outdoor seperti hiking dan trekking. Bodinya memakai 316L stainless steel, lalu GPS Dual-Band membantu pelacakan di area pegunungan atau jalur yang kompleks.
Smartwatch ini juga mendukung file GPX, TCX, dan KML untuk navigasi rute. Dengan lebih dari 150 mode olahraga, sensor kesehatan lengkap, dan baterai lebih dari dua minggu, Mibro GS Pro 2 terlihat kuat untuk kebutuhan luar ruang.
Di sisi desain, Huawei Watch GT 5 tampil dengan bentuk oktagonal, stainless steel, dan titanium alloy aerospace-grade. Layarnya memakai AMOLED 1,32 inci dengan Always-On Display, lalu TrueSense terbaru dan Emotional Wellbeing Assistant memperluas fungsinya di sisi kesehatan.
Smartwatch ini juga mendukung lebih dari 100 mode olahraga dan daya tahan baterai hingga satu minggu. Kombinasi itu membuatnya tetap relevan untuk pengguna yang menginginkan perangkat bergaya tanpa mengorbankan fungsi.
Huawei Watch GT 6 menjadi salah satu yang paling premium di harga Rp2 jutaan. Material titanium alloy, sapphire glass, dan nano-crystal ceramic membuat tampilannya terasa lebih mahal dari banderolnya.
Perangkat ini membawa lebih dari 100 mode olahraga, positioning tiga dimensi, Running Form Analysis untuk pelari, serta Cycling Virtual Power untuk pesepeda. Varian 46 mm bahkan diklaim mampu bertahan hingga 21 hari dalam penggunaan ringan dan sekitar 12 hari dalam penggunaan normal.
Source: yoursay.suara.com




