Persaingan kampus teknik terbaik di Indonesia tidak lagi terasa dimonopoli satu nama. Dalam pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang teknik, tiga perguruan tinggi teratas nasional tampil dengan jarak nilai yang sangat rapat.
Institut Teknologi Bandung tetap berada di puncak daftar nasional. Namun, Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya membayangi dengan selisih skor yang tipis, sehingga peta kekuatan teknik di Indonesia terlihat jauh lebih kompetitif.
QS tidak hanya melihat popularitas kampus saat menyusun daftar ini. Penilaian juga mempertimbangkan reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, sitasi penelitian, H-indeks, serta jaringan riset internasional dari bidang fakultas yang luas.
ITB mencatat peringkat dunia 216 dengan skor 68,6. Angka itu menegaskan posisinya sebagai kampus teknik nomor satu di Indonesia dalam daftar tersebut.
UI berada tepat di bawahnya dengan peringkat dunia 262 dan skor 66,6. Selisihnya dengan ITB masih terlihat, tetapi belum cukup besar untuk menciptakan jarak yang jauh.
ITS Surabaya menyusul di posisi ketiga nasional. Kampus ini meraih peringkat dunia 266 dengan skor 66,5, hanya terpaut sangat tipis dari UI.
Persaingan ketat di tiga besar
Jika melihat skor tiga besar, kompetisi antar kampus teknik nasional berlangsung sangat rapat. ITB memang masih unggul, tetapi UI dan ITS sama-sama berada di level yang nyaris berdekatan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kekuatan pendidikan teknik di Indonesia tidak hanya bertumpu pada satu kampus. Ada beberapa perguruan tinggi yang mampu bersaing pada indikator utama yang dipakai QS.
Di posisi keempat nasional, Universitas Gadjah Mada juga ikut memperkuat daftar kampus teknik Indonesia. UGM tercatat berada di peringkat dunia 293 dengan skor 65,4.
Enam kampus Indonesia masuk daftar
Selain empat besar, dua kampus lain juga tercantum dalam jajaran nasional. Universitas Airlangga menempati posisi kelima dengan rentang peringkat dunia 401-450.
Universitas Diponegoro berada di posisi keenam dengan rentang peringkat dunia 501-550. Untuk UNAIR dan Undip, skor detail tidak dicantumkan dalam daftar tersebut.
Keberadaan enam kampus ini memperlihatkan sebaran kekuatan teknik yang cukup luas. Daftarnya mencakup Bandung, Depok, Surabaya, Yogyakarta, hingga Semarang.
Bagi calon mahasiswa, hasil pemeringkatan seperti ini kerap menjadi salah satu rujukan awal. Alasannya, daftar tersebut memberi gambaran tentang reputasi akademik, daya saing riset, dan persepsi dunia kerja terhadap bidang teknik di masing-masing kampus.
Meski begitu, pilihan kampus tetap perlu disesuaikan dengan minat subbidang yang lebih spesifik. Teknik informatika, teknik industri, dan teknik sipil bisa menuntut fokus yang berbeda dari tiap calon mahasiswa.
Dengan hasil ini, ITB masih memimpin di level nasional. Di sisi lain, UI dan ITS terus menjaga persaingan pada jarak yang sangat dekat, sementara kampus-kampus lain juga tetap hadir dalam peta kekuatan teknik Indonesia.
Source: www.beautynesia.id




