SMAN 1 Kemalang Hadir Di Lereng Merapi, Anak-Anak Tak Lagi Menumpang Belajar Di Rumah Warga

Pemerataan pendidikan di lereng Merapi kini mendapat bentuk yang lebih nyata dengan berdirinya SMAN 1 Kemalang. Sekolah negeri itu menjadi jawaban atas kebutuhan lama warga yang selama ini harus mencari tempat belajar jauh dari wilayah mereka sendiri.

Bagi masyarakat Kemalang, kehadiran sekolah ini bukan sekadar penambahan gedung baru. Selama ini, anak-anak di kawasan tersebut kerap menempuh perjalanan belasan kilometer untuk bisa masuk SMA negeri, bahkan sempat belajar di rumah-rumah warga karena ruang sekolah yang tersedia terbatas.

Dari kelas jauh menjadi sekolah negeri mandiri

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin menjelaskan, SMAN 1 Kemalang berawal dari kelas jauh pada tahun ajaran 2021/2022. Saat itu, kelas tersebut masih menginduk ke SMAN 1 Karangnongko dengan dua rombongan belajar dan 72 siswa.

Model kelas jauh itu terus berjalan hingga tahun ajaran 2025/2026. Jumlah siswanya kemudian meningkat menjadi 260 orang, sementara proses belajar mengajar sempat berpindah ke rumah warga karena ruang belajar di SMAN 1 Karangnongko tidak lagi mencukupi.

Permintaan untuk menghadirkan SMA di Kemalang juga terus menguat dari tahun ke tahun. Karena itu, peresmian sekolah negeri mandiri ini langsung disambut antusias oleh warga setempat.

Menjawab kebutuhan daerah blank spot

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan SMAN 1 Kemalang sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan. Sekolah ini juga disiapkan untuk menjawab harapan masyarakat yang tinggal di daerah blank spot.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut kehadiran sekolah tersebut sebagai bentuk hadirnya negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menegaskan bahwa fasilitas pendidikan harus bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Luthfi juga memandang pendidikan sebagai salah satu instrumen sekaligus tolok ukur kesejahteraan masyarakat. Di tengah keterbatasan fiskal, ia mengaku bangga karena pembangunan pendidikan tetap bisa berjalan dan anak-anak tetap mendapat layanan yang layak.

Satu-satunya SMA di Kemalang

Bagi warga Kemalang, SMAN 1 Kemalang memiliki arti penting karena sekolah ini menjadi satu-satunya SMA yang ada di wilayah tersebut. Kondisi itu membuat kehadirannya langsung menjawab kebutuhan lama masyarakat yang selama ini harus bergantung pada sekolah di daerah lain.

Rifani Dwi Alikah Putri, warga Desa Santan, mengatakan teman-temannya kini tidak perlu lagi pergi jauh ke Karangnongko atau Klaten kota untuk bersekolah. Sementara itu, Nurmala Putri Masdiani menilai sekolah baru ini menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerah pinggiran.

Nurmala juga menyampaikan rasa senang dan terima kasih atas berdirinya SMAN 1 Kemalang. Bagi warga, akses sekolah negeri di dekat tempat tinggal membuat perjalanan pendidikan anak-anak menjadi jauh lebih mudah.

Bagian dari program pemerataan yang lebih luas

Selain SMAN 1 Kemalang, Pemprov Jawa Tengah juga membangun empat unit sekolah baru lain yang sudah beroperasi sejak Tahun Ajaran 2025/2026. Keempatnya adalah SMAN 1 Garung Wonosobo, SMAN 6 Kota Tegal, SMKN 1 Karangjambu-Purbalingga, dan SMKN 1 Tulis-Batang.

Masing-masing unit sekolah baru itu memiliki daya tampung 108 siswa. Jika dijumlahkan, total kapasitas dari empat sekolah tersebut mencapai 540 siswa.

Upaya pemerataan pendidikan juga dilakukan melalui program Sekolah Kemitraan. Dalam program ini, Pemprov Jateng menggandeng 139 sekolah swasta di Jawa Tengah dengan total daya tampung 5.004 siswa, serta menjalin kemitraan dengan Sekolah Keberbakatan Olahraga dan SMK Negeri Jateng.

Kini, kehadiran SMAN 1 Kemalang menutup salah satu kekosongan layanan pendidikan di lereng Merapi. Warga yang dulu harus menumpang belajar di rumah warga akhirnya memiliki sekolah negeri mandiri di wilayah sendiri.

Source: kilasdaerah.kompas.com
Exit mobile version