Di kelas skutik perkotaan yang serbapadat, Yamaha Axis Z 2026 memilih jalur yang sangat pragmatis. Motor ini tidak mengejar tampilan besar atau fitur berlebihan, melainkan menawarkan ukuran ringkas, bobot ringan, dan ruang pakai yang terasa lega untuk kebutuhan harian.
Harga jualnya juga membuat posisi Axis Z 2026 makin jelas sebagai motor kota yang sederhana namun menarik. Yamaha Jepang membanderolnya 292.600 Yen atau sekitar Rp 33 jutaan, sehingga skutik ini langsung masuk radar pengguna yang mencari kendaraan praktis untuk mobilitas dalam kota.
Mesin kecil yang fokus ke efisiensi
Di balik bodinya yang mungil, Axis Z 2026 memakai mesin silinder tunggal 124cc Blue Core SOHC 2-katup berpendingin udara. Tenaganya diklaim berada di angka 8,2 hp pada 7.000 rpm, sedangkan torsinya 9,8 Nm pada 5.000 rpm.
Seluruh karakter itu dipasangkan dengan transmisi CVT otomatis. Yamaha tampaknya sengaja menempatkan efisiensi dan kehalusan sebagai prioritas utama, bukan akselerasi yang agresif untuk mengejar sensasi berkendara.
Klaim konsumsi bahan bakarnya mencapai 51,9 km/liter. Angka ini memperkuat citra Axis Z 2026 sebagai skutik harian yang cocok dipakai rutin ke kantor, sekolah, atau menembus lalu lintas kota yang padat.
Dimensi kompak, tapi tidak terasa sempit
Ukuran bodinya dibuat ringkas, yakni 1.790 x 685 x 1.145 mm. Wheelbase 1.275 mm, tinggi jok 770 mm, dan bobot 100 kilogram membuat motor ini mudah dikendalikan saat dipakai bermanuver di jalan sempit atau macet.
Meski dimensinya kecil, Axis Z 2026 justru menonjol karena pengemasan ruangnya terasa efisien. Itulah yang membuat skutik ini terlihat mungil dari luar, tetapi tetap memberi kesan lapang saat digunakan.
Ruang simpan besar untuk kebutuhan harian
Salah satu poin paling praktis dari Axis Z 2026 ada pada bagasi 37,5 liter. Kapasitas ini termasuk besar untuk motor di kelas yang kompak, sehingga sangat membantu untuk membawa barang keperluan harian.
Pengisian bensin dilakukan dari depan, sementara gantungan barang bisa dilipat saat tidak dipakai. Detail sederhana seperti ini menunjukkan fokus Yamaha pada kemudahan penggunaan sehari-hari, bukan sekadar tampilan luar.
Desain sederhana tanpa kesan agresif
Secara visual, Axis Z 2026 tidak dibangun untuk tampil sporty. Garis bodinya dibuat halus, batok depannya cukup besar, dan area depan mengalir lalu meruncing ke depan, sementara bagian buritan disusun dengan bentuk yang simpel dan tegas.
Arah desain tersebut selaras dengan fungsinya sebagai skutik perkotaan. Yamaha lebih menekankan kesan bersih dan praktis daripada gaya agresif yang biasanya muncul pada motor dengan orientasi sporty.
Perlengkapan dasar yang menunjang pemakaian rutin
Untuk urusan kaki-kaki, Axis Z 2026 memakai suspensi teleskopik di depan dan suspensi tunggal di belakang. Velg 10 inci dipasangkan dengan ban 100/90 di depan dan belakang, lalu sistem pengeremannya menggunakan cakram di depan dan tromol di belakang.
Motor ini juga dibekali UBS atau Unified Brake System. Di bagian lain, tangki bensinnya berkapasitas 5,5 liter, lampunya masih memakai halogen, panel instrumennya analog jarum, dan ada Smart Motor Generator atau SMG untuk membuat starter lebih senyap.
Penyegaran warna untuk model 2026
Pada versi 2026, Yamaha menambahkan tiga warna baru, yaitu Bluish White Pearl, Matte Dull Purplish Blue Metallic, dan Dark Bluish Gray Metallic. Ketiganya hadir melengkapi warna Black Metallic yang sudah ada sebelumnya.
Dengan kombinasi harga sekitar Rp 33 jutaan, mesin 125cc, bobot 100 kilogram, dan bagasi besar, Axis Z 2026 tetap mengarah ke pengguna yang mencari skutik kota fungsional. Motor ini tidak bermain di wilayah kemewahan fitur, tetapi justru kuat di sisi ringkas, hemat, dan mudah dipakai setiap hari.
Source: ridertua.com