Setelah 12 Tahun Tanpa Perubahan, Karen Tetap Tegas Ingin Berpisah dari Dede Sunandar

Keputusan Karen Hertatum untuk berpisah dari Dede Sunandar tidak lagi bersifat abu-abu. Ia menyatakan langkah itu sudah bulat karena merasa selama ini tidak mendapatkan rasa aman dalam rumah tangganya.

Pernyataan itu kembali membuat perjalanan rumah tangga mereka menjadi perhatian. Setelah 12 tahun menikah, Karen menilai tidak ada perubahan berarti dari Dede meski ia sudah berulang kali memberi kesempatan.

Di obrolan bersama Melaney Ricardo, Karen berbicara terbuka tentang alasan di balik keputusannya. Ia mengaku sudah menyerah terhadap sikap Dede kepadanya dan merasa tidak sanggup lagi mempertahankan hubungan seperti sebelumnya.

Karen menegaskan bahwa keinginannya untuk bercerai bukan muncul dalam satu momen emosi. Ia menyebut keputusan itu lahir dari pertimbangan panjang dan sudah dipikirkan matang sebelum diungkapkan ke publik.

Selama menjalani rumah tangga, Karen merasa upayanya untuk memaafkan tidak membawa perubahan. Ia mengatakan berkali-kali mencoba bertahan demi anak-anak, tetapi hasilnya tetap tidak membuat situasi membaik.

Menurut Karen, hal yang paling melelahkan justru karena ia tidak melihat Dede berubah selama bertahun-tahun. Kondisi itu membuatnya semakin sulit merasa tenang dan akhirnya memilih untuk berhenti bertahan.

Sebelum benar-benar mantap, Karen lebih dulu berbicara dengan anak pertamanya, Arjuna. Dalam percakapan itu, ia menjelaskan kemungkinan jika dirinya dan Dede tidak lagi bersama sebagai pasangan.

Respons Arjuna menjadi bagian yang paling mengharukan bagi Karen. Sang anak disebut memahami kondisi ibunya dan meminta Karen tidak terus hidup dalam kesedihan atau disakiti terus-menerus.

Karen kemudian menitikkan air mata saat menceritakan jawaban Arjuna. Ia merasa dukungan anaknya menjadi penguat bahwa keputusan rumah tangga ini juga harus mempertimbangkan kesehatan emosional anak-anak.

Di tengah proses itu, Karen juga meminta Dede Sunandar agar tidak menyeret anak-anak ke dalam konflik orang tua mereka. Ia menegaskan bahwa dirinya siap menanggung luka pribadi, tetapi tidak ingin anak ikut terdampak.

Karen mengungkap bahwa anaknya sempat mendapat pertanyaan dari teman-temannya soal kabar perceraian orang tua mereka. Situasi itu membuatnya terpukul karena anak harus menghadapi tekanan dari lingkungan sekitar.

Bagi Karen, persoalan ini sudah melampaui urusan pribadi antara dirinya dan Dede. Ia kini lebih fokus menjaga agar anak-anak tidak ikut menjadi korban dari konflik rumah tangga yang berkepanjangan.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version