Bagi banyak pembeli di kelas 1 jutaan, angka kapasitas baterai kini jadi penentu utama sebelum melihat fitur lain. Wajar saja, karena ponsel di rentang harga ini dituntut tetap aktif untuk media sosial, navigasi, kerja daring, sampai hiburan tanpa sering mencari colokan.
Di tengah kebutuhan itu, model dengan baterai 6000 mAh sampai 7000 mAh semakin menonjol. Menariknya, sebagian perangkat juga tidak berhenti di kapasitas besar, tetapi ikut membawa fast charging, layar refresh rate tinggi, NFC, sidik jari di samping, hingga sertifikasi tahan air dan debu IP64 pada beberapa model.
Yang paling besar kapasitasnya
Jika prioritas utamanya adalah bertahan selama mungkin, Motorola Gno6 Power berada di barisan paling atas. Ponsel ini membawa baterai 7000 mAh dan desain premium berbahan kulit sintetis, sehingga terasa cocok untuk pengguna yang sering berpindah tempat.
Redmi 15 juga masuk kelompok yang sama karena mengusung baterai 7000 mAh. Perangkat ini dipadukan dengan fast charging 33 watt dan layar 144 Hz, sehingga daya tahan panjangnya tetap dibarengi pengalaman yang lebih mulus untuk gaming maupun multitasking.
Poco M7 menawarkan paket yang sangat dekat. Sama seperti Redmi 15, perangkat ini membawa baterai 7000 mAh, fast charging 33 watt, dan layar 144 Hz untuk pengguna yang ingin awet seharian tanpa mengorbankan kelancaran tampilan.
Pilihan yang lebih seimbang untuk harian
Tidak semua orang hanya mencari kapasitas terbesar. Redmi A7 Pro justru menonjol lewat baterai 6000 mAh dan sistem operasi Hyper OS3, dengan fokus pada efisiensi daya untuk pemakaian harian.
Oppo A6 juga bermain di jalur yang serupa dengan baterai 6000 mAh. Bedanya, perangkat ini dioptimalkan untuk efisiensi saat menonton video dan diklaim mampu bertahan hingga 28,6 jam dalam penggunaan video, sehingga cocok untuk pengguna yang sering menjadikannya perangkat hiburan.
Realme Note 80 membawa baterai 6300 mAh dan sertifikasi ketahanan standar militer. Kombinasi ini membuatnya lebih relevan bagi pengguna luar ruangan atau mereka yang membutuhkan ponsel dengan daya tahan fisik lebih kuat.
Poco C81 Pro turut hadir di kelas ini sebagai opsi lain bagi konsumen yang mengejar orientasi utama pada ketahanan baterai. Kehadirannya memperluas pilihan di segmen ponsel murah dengan fokus serupa.
Soal isi daya dan fitur pendukung
Baterai besar memang memberi waktu pakai lebih panjang, tetapi pengisian juga ikut menentukan kenyamanan. Poco C85 menjadi salah satu yang paling menarik karena mendukung fast charging 33 watt, dengan klaim baterai terisi hingga 50 persen dalam 31 menit.
Dukungan pengisian cepat di kisaran 15 watt sampai 33 watt pada sejumlah model juga penting untuk perangkat dengan baterai jumbo. Kapasitas besar memang tidak selalu masalah, selama proses isi ulangnya tidak terlalu menyita waktu.
Di luar urusan daya, beberapa fitur tambahan ikut membuat ponsel murah di kelas ini terasa lebih komplet. NFC membantu pembayaran digital, sidik jari di samping mempercepat akses, dan IP64 pada sebagian model memberi perlindungan ekstra untuk penggunaan yang lebih beragam.
Mana yang paling masuk akal
Untuk pengguna yang benar-benar mengejar daya tahan paling panjang, Motorola Gno6 Power, Redmi 15, dan Poco M7 terlihat paling logis. Ketiganya sama-sama mengusung baterai 7000 mAh, sehingga lebih selaras untuk mobilitas tinggi dan pemakaian berat sepanjang hari.
Jika yang dicari adalah keseimbangan antara baterai besar dan pengisian cepat, Poco C85 layak masuk daftar pertimbangan. Sementara itu, Oppo A6 dan Realme Note 80 menawarkan pendekatan yang lebih spesifik, masing-masing lewat efisiensi untuk video dan ketahanan fisik yang lebih kuat.
Pada akhirnya, pilihan paling masuk akal bergantung pada pola pakai masing-masing. Untuk kerja lapangan dan ojek daring, daya tahan panjang bisa jadi prioritas utama, sedangkan untuk hiburan dan pemakaian umum, fitur pendukung dan kecepatan isi daya juga patut diperhitungkan.